Kamis, 22 Agustus 2013

Pada Mobil yang Melaju Kencang

Kau mengemudikan mobil dengan kencang
Sementara tubuhku lekat di sandaran
Matamu lurus menatap jalan
Sementara mataku berlari ke masa depan

Detik demi detik yang berlalu
Tak berharga setara debu
Ditinggal oleh mobilmu yang melaju
Kencang seakan ngeri dikalahkan waktu


Matamu mengkilap bagai laut di sisi jalan
Matamu yang dalam adalah lautan yang bungkam
Namun mataku gambaran ketakutan
Tentang ombak dan karang

Ternyata terbang bukan kebebasan
Aku terbang tanpa kata perpisahan
Aku terbang, melarikan (diri)
Terbang melepas pucuk-pucuk asa

Dalam matamu aku tenggelam
Dalam matamu kutemukan surga dan kedamaian
Sementara mata kita bertemu
Di ujung pencarian



Puisinya cengeng banget ya? Hahaha! 

8 komentar:

  1. heummm,,,,melowww nih ceritanya :D

    BalasHapus
  2. Puisi buat supir angkot yang wugal2an ea? Hwahahaha

    BalasHapus
  3. masih mending dirimu bisa bikin puisi. lha aku? cuma bisa bikin curhatan. hihihi...

    BalasHapus
  4. terbang bukan kebebasan..karena terikat pada tempat untuk bertengger...
    , sungguh rangkaian kata yang sarat makna......salam :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kembali, terima kasih kunjungannya :)

      Hapus