Selasa, 26 Agustus 2014

Prompt #57 Suatu Pagi Ketika Sekolah Masih Sepi

Winursih Uwienbudi
Lorong sekolah masih sepi. Mungkin karena gerimis sepagi ini. Ayu duduk sendiri, menikmati bau hujan yang menguar. Harusnya sudah banyak teman-teman yang datang. Sepertinya mereka takut hujan.

“Eh, kalau dipanggil Pak Banu, jangan mau!” bisik Putri. Meski yang Putri maksudkan adalah berbisik pada Melani, tapi suaranya terdengar sampai ke bangku Ayu yang terletak di depan bangku Putri. Hal itu terjadi kemarin, saat jam istirahat. Ayu menoleh ingin tahu.


“Kenapa kenapa?”

Putri dan Melani memandangi Ayu.

“Jangan bilang siapa-siapa ya!” ujar Putri.

Melani dan Ayu mendekatkan kepala mereka pada Putri. “Beberapa hari yang lalu, aku lihat Karla keluar dari ruangan Pak Banu. Dia nangis. Aku tanya kenapa, dia cuma geleng-geleng kepala. Katanya tadi dia dipanggil Pak Banu. Disuruh gitu. Sekarang tiap aku ketemu Karla, dia selalu menunduk.”

“Wah, kenapa ya?” Melani terlihat penasaran.

“Mungkin Karla ketahuan mencontek! Karla itu kan suka bawa contekan tiap ulangan,” sahut Ayu.

“Oh, iya, benar tuh! Makanya jangan suka mencontek. Pak Banu kan guru BP. Nanti dia lapor ke orang tua kita. Mamaku pasti marah kalau tahu aku mencontek,” ujar Putri.

Sekarang, ketika Ayu sendirian, Pak Banu memanggilnya.

“Ayu, ke sini nak.”

Ayu memandangi Pak Banu takut-takut. Dia kan tidak mencontek seperti Karla. Kenapa dipanggil? Apa jangan-jangan Pak Banu tahu kalau dia tidak ikut ekskul pramuka Sabtu kemarin? Waduh! Dihukum apa ya?

“Ayu, dengar kan bapak panggil?”

“I-iya pak.”

Ayu menghampiri Pak Banu. Pak Banu tersenyum sembali mengelus-elus kepala Ayu. “Tidak usah takut. Bapak ga gigit, kok. Tolong bantu bapak membersihkan lemari itu, ya.”

Ayu mengangguk. Ia mulai mengelap lemari. Dari belakang, Pak Banu menutup pintu. Lalu Pak Banu memilah tumpukan dokumen yang dikeluarkan dari lemari.


Tiba-tiba tangan Pak Banu masuk ke dalam rok Ayu. Ayu teringat Karla. Sekarang Ayu tahu kenapa Karla menangis.
***
Karya lain bisa dilihat di sini. Tulisan ini tentang pelecehan seksual pada anak-anak. Prompt ini sudah lewat tapi saya tetap menulisnya untuk latihan :)

2 komentar: