Rabu, 04 Februari 2015

FFRabu Favorit Bapak

white coffee cup on background
shutterstock.com
Tiap malam, desa kami selalu gelap gulita. Maklum, listrik belum masuk desa. Listik yang kami punya di siang hari adalah hasil swakarya. Jadilah rumah-rumah diberi lilin seadanya.


Setiap malam sebelum berangkat kerja, bapak minta dibuatkan kopi. Sering kutanya kenapa ia selalu dapat bagian jaga malam. Ia tersenyum. Kopi yang kubuatkan ia teguk sebagian. Katanya, ia minum lagi saat pulang.

Malam ini aku sengaja ingin menunggu bapak. Lilin dan cangkir kopi kuletakkan di dekatku.

Saat sudah beranjak pagi, kudengar suara ngik-ngok dari dapur. Seekor babi.

Aku bangkit karena kaget. Lilinnya tersenggol, masuk ke cangkir kopi.


Sejak itu, bapak tidak pernah kembali.

8 komentar:

  1. Eya ampuuunnn....koq bs begitu mbak idenyaaa....
    Daku nih, idenya masih begitu2 aja, cz kadang2 mggak berani mau pakek ide yg ekstrim gt, takut bayanginnya....top dah

    BalasHapus
    Balasan
    1. diberanikan mbak. kalo ga dicoba nanti gatau jadinya kayak gimana. imajinasi itu kan wajar, namanya juga nulis fiksi toh? hehe

      Hapus
  2. Balasan
    1. hehe baguslah awalnya khawatir karena lama ga nulis ff

      Hapus
  3. ibunya sih enggak jaga lilinnya, eh! ^_^a

    omong-omong, bagus ff-nya. kejutannya tak terduga sampai akhir. :)

    BalasHapus