Postingan

Ceritera Semester Tiga

Gambar
sampul depan majalah intel       Ini inhouse magazine yang yang sampulnya saya buat dalam tugas mata kuliah Humas. Fotonya dari internet, kalau tidak salah saya ambil dari social blog K, dari artikel tentang acara ulang tahun PT Telkom yang ke-156. Dalam tugas mata kuliah ini saya dan kelompok berperas sebagai humas dari PT Telkom dan harus membuat inhouse magazine -nya. Tapi isi majalah maupun foto tersebut benar-benar tentang Telkom dan kami diizinkan dosen mengambil dari internet.

Artchitext

Gambar

Waktunya Istirahaaaaaaat

Hai blog! Hai pembaca blog! Hai semuaaaaaa :D Selamat libur akhir tahun ya, hehehhee :)

Sempurna

Gambar
/ http://www.shutterstock.com/pic-58627348/             Ini hari jadi kami.             Hujan turun rintik-rintik bersama angin dingin menusuk kulit. Kurapatkan jaket dan kuselipkan tangan di bawah ketiak. Sebentar-sebentar aku menengok ke arah jam dingin atau memeriksa kehangatan teh dalam cangkir. Kepulan uap hangat dari tehku mulai menghilang. Dudukku mulai tak diam, gelisah menunggu datangnya seseorang.             Kunyalakan televisi. Suara dari layar kaca membuatku sedikit melupakan kegelisahan. Namun aku terus mengganti saluran. Hingga petir mulai menyambar di kejauhan. Aku terpaksa mematikan televisi dan kembali terdiam.             Hampir satu jam.             Lalu lonceng sapi dari kuningan yang kupasang sebagai...

Inheritance yang Penuh Drama

Gambar
alagaesia.com Halo semua :D Sudah baca Inheritance, belum? :D Inilah buku terakhir yang menutup perjalanan tetralogi Warisan yang diciptakan Christopher Paolini kurang lebih dua belas tahun silam. Kemunculan buku penutup tetralogi ini memang cukup lama dan dinanti-nantikan oleh para penggemar. Nampaknya kisah dalam tetarlogi Warisan berjalan makin seru dari waktu ke waktu, ditandai dengan makin tebalnya ketiga novel setelah Eragon. Dari keempat buku yang telah ditulis Christopher Paolini yaitu Eragon, Eldest, Brisingr, dan Inheritance, seri terakhir paling banyak menawarkan bagian yang emosional. Meski bagian pertempuran melawan Raja Galbatorix tetap paling banyak ambil bagian, titik-titik drama di beberapa bab justru lebih memikat dan menarik.

(puisi)

Maka bangkitlah realita Buka mata Walau dengan suara patah-patah Dan langkah berdarah-darah Butir demi butir debu yang menganggu pandanganmu Atau butir-butir kerikil yang menyakiti kakimu Adalah penghalang dari ujung jalan Atau membuatmu terpaku di persimpangan

Inheritance

Gambar
ladygeekgirl.wordpress.com Keren ya? Akhirnya saya sukses mengoleksi keempat novel karya Christopher Paolini. Lelaki berkaca mata asal Amerika ini mulai menulis novelnya pada usia belasan tahun dan langsung membuat banyak orang jatuh hati! Saya termasuk salah satu yang menggilai karya-karya Christopher Paolini. Dan inilah novel pamungkas penutup tetraloginya, INHERITANCE.

Gegara Virus -_-

Pernah kesel sama teknologi? Pernah kebakaran jenggot gara-gara virus? Ini saya alami beberapa hari yang lalu. Saya punya dua flashdisk, yang satu beli sendiri, yang satu lagi gratis. Karena flashdisknya itu baru, saya belum sempat memilah mana yang buat tugas kuliah mana yang buat nyimpen tulisan-tulisan. Pokoknya saya cuma asal nyimpen data tanpa mikir nantinya gimana. Yang penting udah saya masukin dalam folder masing-masing.

Yang Kece Dari Mama

Gambar
Aroma stoberi mm haruum :) Kece kan foto di sebelah kanan? Hehehehe. Ini hadiah dari mama. Sebetulnya bukan hadiah juga sih. Pokoknya dikasih mama. Karena saya memang hampir ga pernah beli keperluan pribadi sendiri, praktis semua urusan cari-pilih-beli ada di tangan mama. Tapi  yang ini bukan beli kok. Oleh-oleh dari teman mama. Awalnya dengan taraf kenorakan yang lagi kambuh, saya penasaran dengan benda ini. Sudah sering liat fotonya di jejaring sosial. Maklum, sepupu saya jualan. Saya pikir, lucu juga digantung di tas. Tapi karena saya emang jarang beli barang pribadi, saya ga kepikiran buat punya sendiri.

Ngisi Bullbo Bang Bena :D

Lagi rajin mosting soalnya lagi pengen numpahin ide. Kebetulan ga ada stock cerpen/puisi yang bisa diposting si blog huehehhe :P Blogwalking dan baca postingan di sini  yang bikin saya pengen ngisi bullbo. Mau ikutan? Silakan cek bullbonya di Blog Bena . Walaupun ngisi bullbonya ikut-ikutan, tapi jawabannya tetep jujur huahahahahaha :D Tentang Seseorang : 1. Siapa yang ada di background handphone kamu? Background hape ada tiga solnya bisa digeser. Background pertama gambar mama sama papa lagi pacaran di mall. Gambar kedua foto akyuuuu. Gambar ketiga logo yang ada tulisan Sahasra Padma Eka Dwipa, udah dipasang berbulan-bulan... 2. Siapa orang terakhir yang kamu sms? Tukang pulsa  yang abis diajakin rumpi soal ini  3. Siapa orang terakhir yang kamu bbm? Ga pake BB, alhamdulillah

H-1 = Kalah Sama Waktu

Gambar
http://www.shutterstock.com/pic-114643681/ Saya punya pengalaman lucu waktu semester dua. Ceritanya lagi praktikum mata kuliah Komunikasi Kelompok. Waktu itu presentasi tugas wawancara komunitas di kota Bogor. Ini merupakan pengalaman wawancara paling awkward sealam semesta yang gamau saya ulangi atau saya ceritakan. Tugasnya dikerjain bertiga. Kalo ga salah sih disuruh menceritakan pengalaman mengerjakan tugas itu. Intinya, kelompok kami ini disiplin. Kami tidak suka menunda pengerjaan tugas. Takutnya, makin ditunda makin numpuk. Apalagi kuliah di Diploma, tugasnya itu dikiiiit banget (baca : kebalikannya). Jadi tiap hari tugasnya muncul lagi, muncul lagi. Sampe bikin mahasiswanya mabok. Hahahahahahhaha! Giliran kelompok lain maju, hampir semua kelompok ngakunya kalo mereka ngerjain tugasnya nyantai, nyelow, karena mereka yakin tugas akan selesai pada waktunya. Ngerjain tugas ga perlu diburu-buru. Sial! Seakan saya dan teman-teman sekelompok yang bertiga itu ngerjain tugasnya...

Jam Karet atau Jadwal Kurang Update?!

Gambar
http://pixabay.com/id/astronomi-jam-jam-waktu-tanggal-5706/ Apa sih gunanya jarkom alias jaringan komunikasi? Tentu menginfokan hal-hal penting. Media yang diapakai untuk jarkom biasanya sms atau jejaring sosial. Dengan zaman yang serba canggih saat ini, kebutuhan untuk berkomunikasi menjadi dimudahkan. Yang jauh terasa dekat. Tapi, apa yang dekat terasa makin dekat? Jangan-jangan malah makin jauh. Apalagi kemudian kita menggampangkan. Ah, nanti bisa di-sms kan? Yaudah, nanti mention gue aja. Oke, ntar lu bbm-in ya. Ini namanya menggampangkan. Karena ada perangkat telekomunikasi, ada beragam media yang bisa dipakai, seringkali kita menunda sebuah perbincangan/obrolan/perencanaan karena menganggap nanti bisa diselesaikan. Nantinya kapan? Masalah lagi . Nantinya ini tidak punya batasan waktu. Bikin sebal kan?

Beda Itu Luar Biasa

Gambar
Sampai kapan kamu mau memedulikan apa kata orang? Kapan kamu mau peduli dengan kata hatimu? http://www.shutterstock.com/pic-69238441/             Sekelompok anak-anak keluar dari ruang ganti dengan ribut. Beberapa saling sikut, beberapa tertawa. Seperti kebanyakan anak perempuan di manapun mereka berada, anak perempuan adalah makhluk yang suka bergerombol. mereka menyukai keintiman dan kehangatan. Coba lihat, sudah biasa bukan melihat anak perempuan berangkulan atau bergandengan tangan dengan temannya? Bandingkan dengan anak laki-laki. Saling tempel sedikit saja bisa disoraki atau dilabeli homo.             Salah satu perempuan yang baru keluar dari ruang ganti adalah Ranti. Perempuan berkulit kuning langsat dengan tubuh kurus dan tinggi 150cm itu nampak mungil dibanding teman-teman sebayanya. Maklum, ia kelas tiga SMA. Tak heran ia sering digoda, dijuluki si mung...

Cermin Masa Lalu

Miskin! Penyakitan! Menjijikkan! Aku hanya bersidekap dan melihat-lihat. Wajah-wajah menyedihkan dan kelaparan di depanku tidak mampu melembutkan hatiku untuk sedikit berbelas kasihan. Jelas bukan salahku mereka jatuh sengsara. Salah mereka sendiri. Lihat saja, seorang tukang sapu dengan gaji tidak seberapa malah punya anak lima. Uang darimana ia beri makan kelima anaknya? Mataku tertumbuk pada seorang anak yang terdiam di sudut. Dari jarak dua meter aku bisa mencium bau busuk dari telinganya yang meneteskan cairan. Aku hampir memuntahkan sarapanku yang sudah merangkak naik ke tenggorokan. Tentu ini bukan hal yang pantas dilakukan. Namun perutku benar-benar mual.

Desain Grafis-Bikin Sampul Majalah

Gambar
Taraaaaaa! Ini pengalaman pertama saya membuat desain sampul majalah. Hehehe, warna teksnya mencolok ya? Sebetulnya bukan yang ini yang saya kumpulkan ke dosen. Tapi file yang saya kumpulkan ke dosen hilang jadi terpaksa saya posting yang ini ^_^

Tangkap Maling

            “Gus, sudah ketangkap malingnya?”             Ramu yang baru saja datang langsung duduk di bangku panjang di sampingku. Seperti biasa, bila banyak hal yang sedang menumpuki pikiran, ia akan mulai menyulut rokok kretek dan mengangkat sebelah kaki ke atas bangku. Dengan pandangan menerawang ke langit-langit, ia nampak berpikir keras.             “Heran aku! Tiap malam ada ronda keliling kampung, masih saja kecolongan. Hebat betul malingnya! Bukan main, sudah 3 ekor sapi dan 2 motor bebek dia bawa lari. Gus, bagaimana ini? Bisa melarat nanti Pak Haji.”

Rocky dan Ramona

Gambar
http://www.shutterstock.com/pic-92832922 Aku menunggumu, di depan pintu . Jam tua besar di tengah ruangan berdentang dua belas kali. Ramona belum pulang. Sial sekali. Aku sangat mengantuk. Tapi ini sudah menjadi tradisi. Sesuatu yang selalu kulakoni. Menunggu Ramona pulang, lalu berbaring di sampingnya. Bergelung dalam selimut yang sama dengan yang menghangatkan tubuhnya. Ramona, gadis tercantik yang pernah kutemui, gadis yang telah kutemani selama sewindu.

Olivia [Bagian 9-Tamat]

Gambar
shutterstock.com             Mama menangkupkan kedua tangannya di pundak Olivia. "Sudah siap?" Olivia tersenyum. Keningnya sedikit berkerut. Matanya memandang ke arah kamar. Di kamar tidur di rumah Eyang, Olivia bisa melihat kamarnya yang telah dibersihkan. Tidak ada satu pun barang-barangnya yang tertinggal. Seluruh pakaian termasuk seragam sekolahnya telah masuk ke dalam kper. Begitu pula buku-buku pelajaran, boneka pemberian Mas Wahyu, bahkan foto-fotonya bersama Nanda. Kamar itu bukan miliknya lagi, bukan tempatnya lagi. Ia akan punya kamar baru, di rumah baru mama.             Kata orang, kebahagiaan itu pilihan. Kamu bisa merasa bahagia kalau kamu memilih demikian. Tapi kadang, kedua pilihan itu membahagiakan sekaligus menyesakkan. Kamu tidak bisa mengukurnya atau memutuskan mana yang lebih membuatmu senang. Tinggal dengan mama, atau tetap disini bersama Mas Wahyu. Kamu pasti memilih...

Sembilan Ribu Rupiah Itu Musibah!

Gambar
anugrahjuni.wordpress.com             Jumat, 5 Oktober 2012, saya dan seorang teman mencari makan siang di daerah sekitar kampus. Kami mendapat rekomendasi untuk makan di sebuah warung bakso yang katanya enak. Kami tidak ragu. Banyak pembeli yang datang dan pergi, baik makan di tempat maupun membeli untuk dibawa pulang.             Harga seporsi sembilan ribu rupiah. Namun ketika pesanan diantar, teman saya menelan ludah. Matanya tidak berkedip. Apa pasal? Kami memesan satu porsi mie yamin dengan bakso. Yang terhidang di depan kami bukan mie yamin yang manis enak itu. Tapi kwetiaw bercampur mie instan yang rasanya tidak manis pula. "Benar, kan, mbak pesan mie yamin?" kata si pelayan. Teman saya cuma mengangguk lemas.

Di Negeri Para Bedebah, Agungkanlah Para Nasabah

Gambar
kurniawangunadi.tumblr.com Judul               :           Negeri Para Bedebah Penulis             :           Tere Liye Tebal               :           440 halaman Cetakan           :           Kedua, September 2012 Penerbit           :           PT Gramedia Pustaka Utama             Di negeri para bedebah, musang berbulu domba berkeliaran di halaman rumah. Kalimat tersebu...

Flashdisku Sayang Flashdisku (Ga) Malang

Gambar
nyolong dari pesankirim.com *ehem* Halo semua! Apa kabar? Ada yang lagi gulung-gulung di kasur kah karena ga ikut UWRF? Atau ada yang lagi garuk-garuk tanah? #freepukpuk Alhamdulillah banget, seswiti, saya juga kayak kalian. Saya belum bisa ikutan UWRF :D Kalo pake biaya sendiri kayaknya agal berat gitu ya soalnya uang lebaran kemarin kepake huahahahahha! Selama bulan September, saya merasa sangat bersalah pada blog ini. Berasa ga ada yang punya. Saya urus enggak, saya buka apalagi. Saya ga nyalahin tugas kampus (yeee namanya juga mahasiswi, ga ada tugas mah nganggur!). Saya juga ga nyalahin mood atau nafsu tidur yang muncul melulu. Ya pokoknya selama September saya hampir ngacangin ini blog. Tapi tetep sih nulis, walaupun disimpan di flashdisk.

The Hungar Games, Membunuh atau Dibunuh

Gambar
http://www.gramediapustakautama.com/buku-detail/82746/The-Hunger-Games Judul               :           The Hunger Games Penulis             :           Suzanne Collins Alih Bahasa     :           Hetih Rusli Tebal               :           408 halaman Penerbit           :           Gramedia Pustaka Utama             Pasti seru kalau sebuah negara membuat permainan yang melibatkan remaja-remaja dari seluru...

Ketika Ponsel Menciptakan Neraka

Gambar
http://www.kemudian.com/node/204155 Judul               :           Cell Penulis             :           Stephen King Alih Bahasa     :           Esti Ayu Budihabsari Tebal               :           568 halaman Cetakan ke      :           Pertama, Juli 2008 Penerbit           :           Gramedia Pustaka Utama             Bahk...

Sedikit Cerita tentang MPKMB 49

Gambar
MPKMB 49 Program Diploma IPB             Tanggal 30 dan 31 Agustus 2012 menjadi waktu yang tak terlupakan bagi mahasiswa mahasiswi program Diploma IPB angkatan 49. Sekitar 2500 mahasiswa dari berbagai daerah di seluruh Indonesia mengikuti kegiatan Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru. Sebuah kegiatan yang bisa dikenal sebagai masa orientasi.             Kegiatan Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru―selanjutnya disebut MPKMB―dimulai pelaksanaannya di lapangan Kampus Pascasarjana Baranangsiang. Gelombang kedatangan para mahasiswa telah dimulai sejak pukul 3.30 pagi. Para mahasiswa baru yang terdiri dari 18 program keahlian berbaris secara berkelompok bersama panitia divisi penanggung jawab program keahlian (pjpk). Kemudian seluruh peserta MPKMB berjalan menuju IPB International Covention Center (IICC) yang menyatu dengan lokasi Mall Botani Square. Ruangan berkapasitas 3000 orang ini menjadi tempat digelarnya...

Undangan untuk Ibu

Gambar
http://gocengblog.blogspot.com/2011/09/kumpulan-contoh-undangan-pernikahan.html             Kudengan Leni akan segera menikah. "Benarkah itu Leni?" Yang ditanya hanya mengangguk tanpa mengangkat muka yang tenggelam dalam kesibukan membaca buku. "Dengan siapa, Leni?" Ia menjawab acuh tak acuh, "Dengan seseorang pilihan ibuku." Bahagiakah kamu, gumamku dalam hati. "Jangan khawatirkan aku," tiba-tiba ia bersuara lagi setelah lama kami dicekam hening. "Aku tidak peduli. Menikah ya, menikah saja. Tidak rugi kan? Toh aku cukup umur. Calon suamiku juga dari keluarga baik-baik."             Bukan begitu, Leni. Masalahnya, aku berharap bisa menikahimu.             "Kau datang kan kalau aku menikah?" Aku tidah butuh diundang. Aku butuh menyiapkan mental. "Tentu, Leni." "Ya sudah, pergi sana. Jangan ganggu. Buku ini seru," ia mengacungkan buk...

[Katanya Sih] Tidak Ada yang Sia-Sia Di Salemba

            "Mbak, dulu waktu nerbitin buku pake akta notaris?"             "Ga tuh."             "Tapi di website perpusnas, disuruh pake akta."             "Ah, gapapa kok. Dulu saya ke sana gampang. Ga pake kata notaris segala. Cuma kudu punya stempel penerbitan. Bikinnya kira-kira 60 ribu."             Kira-kira inilah percakapan saya dengan seorang mbak penulis yang jadi tempat saya bertanya tentang ISBN. Awalnya saya bingung. Urus ISBN bisa tanya ke siapa? Banyak pertanyaan yang menggumpal di kepala. Googling pun tidak puas rasanya. Namun setelah bertanya ke mbak penulis tadi, saya jadi tenang. Toh dia sudah menerbitkan kumcer dengan ISBN hasil usaha sendiri ke Salemba. Di blog lain saya juga pernah membaca, katanya ur...

Hal Terbaik yang Bisa Kamu Miliki: Teman

Gambar
            Teman adalah nasib yang kamu pilih. Keluarga adalah takdir yang kamu punya.             Tanpa teman, saya yakin hidup akan sangat sepi. Apalagi saya bergantung pada teman-teman saya. Sejak kecil saya hidup berpindah-pindah sehingga pertemanan yang pernah saya rasakan biasanya terpisah jarak. Namun setelah menetap di Bogor, saya masih terhubung dengan teman-teman lama akibat kecanggihan teknologi. Meski mereka jauh berada di kota lain atau pulau lain. Meski mereka tidak bisa saya temui setiap hari.             Saya orang yang terbiasa curhat. Tanpa curhat, akan lebih sulit menghadapi sesuatu. Apalagi saya termasuk orang yang moody . Dan saya tidak menolak untuk menjadi pendengar.             Mereka yang terbaik yang saya punya....

Masuk TV

Gambar
techpp.com             "Saya masuk TV!" kata Pak Budi dengan girang. Pak Budi adalah salah satu tetangga saya di kampung halaman. Waktu perayaan lebaran besar-besaran tempo hari, salah satu stasiun televisi meliput langusng di kampung kami. Dan Pak Budi kebagian jatah masuk tv. Ia diwawancara atas perannya sebagai ketua panitia pelaksanaan perayaan lebaran.             Lebaran di kampung kami dirayakan dengan festival. Bukan cuma ketupat atau opor yang disediakan. Pokoknya sudah menjadi kebiasaan turun temurun yang tak pernah terlewat satu tahun pun. Kebetulan beberapa generasi keluarga Pak Budi selalu menjadi panitia. Dari buyutnya, kakeknya, bapaknya, sampai Pak Budi sendiri.             Pak Budi itu senang masuk tv.

MPKMB Sebentar Lagi!

Gambar
visijobs.com      Untuk anda yang belum tahu, MPKMB singkatan dari Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru. Masa transisi dari seorang anak SMA/MA/SMK memasuki dunia perkuliahan. Masa seseorang benar-benar lepas dari seragam putih abu dan memasuki dunia baru yang lebih membebaninya dengan tanggung jawab. Panitia MPKMB dianggap sebagai kelompok penyambut di gerbang masa peralihan itu. Salah satu panitia itu adalah saya.

Siklus

Gambar
Siklus adalah sebuah antologi berisi cerpen-cerpen yang ditulis oleh lima orang mahasiswa Diploma IPB jurusan Komunikasi. Setiap bab dalam antologi ini memuat tiga hingga lima buah cerpen yang dilambangkan dengan musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Setiap musim memiliki kisahnya tersendiri dan menjadi rangakaian puisi. s egera terbit! Erlinda Sukmasari Wasito Kamu akan mulai dengan sebuah pertemuan | Dimana benih-benih jatuh ke dalam lubang | Lalu kamu tenggelam dalam pendekatan | Seperti benih-benih yang tumbuh dan berkembang | Lantas kamu terjebak dalam gelombang―menggelinjang dan bertumbukan | Serupa terik mentari yang membantu tetumbuhan mengolah sari makanan | Kemudian kamu belajar mengenal kepahitan | Semacam tercerabutnya akar-akar dari asal | Namun perjalananmu masih panjang | Waktu kamu mulai menuju keabadian

Mau Ganti Template Jadi Kayak Majalah?

Gambar
milik pribadi "Gimana sih cara ganti template blog?" "Buka aja dashboard." "Waduh, gue ga ngerti begituan." Gara-gara teman mengeluh tentang mengganti tampilan blognya, saya jadi kepikiran bikin tutorial sederhana. Tutorial ini berupa prinstcreen dan semoga bisa diikuti semua orang. Oh ya, tutorial ini buat template yang sudah disediakan blogspot ya. Beberapa teman bilang, template yang sempat saya pakai ini bagus. Saya terinspirasi memakai tenplate ini setelah membuka halojepang.blogspot.com. Template ini namanya " magazine ". Kalau diperhatikan sekilas, memang mirip majalah. Seakan postingan terbaru yang bertenger di bagian atas terlihat seperti headline. Dan untuk membaca sebuah postingan secara lengkap, kita perlu mengklik salah satu judul tulisan. Maka akan muncul jendela yang menampilkan postingan tersebut. Template ini sederhana, tidak menyediakan banyak widget kecuali beberapa widget bawaan yang terletak di bagian kanan.

Lebaran Di Mana?

Gambar
kayuagungradio.com             "Sama mama ya?" Mama terlihat penuh harap. Kedua tangan mama menopang dagu. Bisa kulihat dari senyum di bibir dan binar di mata, mama tengah merayu. Namun aku tidak dapat menjawab selain dengan tundukan kepala. Mama mendesah panjang. Ah, mama.             "Hari kedua?" Mama menggenggam kedua tanganku. "Kalau papamu keberatan mengantarmu kemari, mama yang akan menjemputmu. Sekalian mama silaturahmi dengan keluarga papa. Mama sudah lama tidak main ke sana. Setelah itu, kita ke rumah oma. Terus ke rumah Om Farhan, Om Ridwan, Om Anwar, Tante Monika…" Dengan semangat mama menyebutkan siapa saja yang mungkin akan kami kunjungi. Untuk menentramkan hati mama, aku mengangguk-angguk, seakan rencana kami telah pasti.

Simpanan Bapak

Gambar
shutterstock.com             "Eh, kamu sudah tahu, belum?"             Aku menggelengkan kepala. "Tahu apa, Bu Yusti?" Dengan cepat, Bu Yusti menarikku mendekat. Lalu ia berbisik, "Bapak punya simpanan!"             "Waaah," itu responku. "Kok cuma wah? Kamu ini bagaimana sih?" Bu Yusti berkacak pinggang. Kugaruk-garuk kepalaku yang tak gatal. "Memangnya harus bagaimana tanggapan saya, bu? Namanya juga tuan tanah, bapak pasti punya banyak simpanan. Katanya bapak terlalu kolot, makanya tidak pernah menyimpan uang di bank…."             Pletak! Tangan Bu Yusti melayang. "Aduh! Bu, kok saya dipukul?"             "Kamu ini jadi orang polosnya kebangetan! Masak tidak paham? Itu lhoo…" Bu Yusti menggerakkan-gerakkan kedua alisn...

Olivia [Bagian 8]

Gambar
shutterstock.com             Beberapa minggu lagi, Olivia akan menghadapi UAS―sering dipelesetkan menjadi ulangan agak serius . Tugas-tugas bertumpuk. Seperti membuat karangan pendek dalam bahasa Jerman sejumlah seratus kata, merangkum 7 bab untuk pelajaran Agama, mengerjakan kumpulan soal Matematika, makalah bahasa Indonesia. Tugas-tugas itu memaksanya memperbaiku hubungan dengan Nana.             "Nan, aku minta maaf," Olivia mengulurkan sekotak coklat. "Kamu tidak perlu…" Nana membuka kotak coklat itu. "Ini bukan valentine!" Nana terpingkal. Ya, coklat dalam kotak itu berwarna coklat-pink dan berbentuk hati. "Aku mau cari coklat bentuk sapi tapi cuma itu yang ada potongan harga," goda Olivia. "Nah, pasti beli di toko Beauty. Ya kan? Kemarin aku ke sana, beli susu kedelai titipan kakakku. Aku lihat coklat ini di rak." "Yaaah ketahuan. Bukan kejutan dong!" "Hahaha. Salahmu sendiri. Ke...

Habis, Cinta

Gambar
http://www.shutterstock.com/pic-70098184             "Maaf. Tapi aku sudah tidak mencintaimu lagi." Aku menelan ludah. Beberapa detik terasa lambat sebelum aku memalingkan wajah.             "Apa maksudmu?" Pertanyaan bodoh. Mungkin aku salah memahami kata-kata yang baru saja meluncur dari bibirnya.             "Aku tidak mencintaimu. Aku tidak punya perasaan apa-apa lagi padamu. Maaf. Tapi aku tidak mau membohongi diriku sendiri. Aku juga kasihan padamu bila kita menjalani hubungan palsu. Hubungan yang dilandasi rasa kasihan. Karena aku tak mau mengasihanimu. Aku yakin kau kuat tanpaku."             Butuh beberapa detik lagi sebelum aku mengucap, "Oh," pelan dan mengerti.             "Lihat kan? Ka...

Bulan Tanpa Ampunan

Gambar
muhammadamirullah14.wordpress.com             "Hei, tetangga jauh!" Bahrun melambaikan tangan pada Kamidi. Yang disapa hanya melempar senyum. Ini merupakan cara yang biasa dipakai Bahrun dalam menyapa tetangga-tetangga di sekitarnya. Dengan menyebut mereka tetangga jauh. Padahal rumah Kamidi sendiri berhimpitan dengan tembok rumahnya.             "Sampean mau tarawih?" tanya Kamidi. "Iya mas. Mau tarawih juga? Saya naik motor," jawab Bahrun sembari melirik motor bebek tuanya. "Aduh, aku harus kerja," sahut Kamidi. Bahrun mengangguk-angguk tanda paham. "Oh, begitu mas. Bulan puasa banyak rezeki ya? Ya sudah mas, saya pamit dulu. Semoga bisa cepat beli baju lebaran buat anak istri." Kamidi mengacungkan jempol tanpa melepas senyum lebar yang menghiasi wajahnya. 

Olivia [Bagian 7]

Gambar
            "Mas Wahyu?" Olivia melongokkan kepala. Mas Wahyu terlihat bingung melihat Olivia di muka pintu perpustakaan. Setelah mencari-cari dengan kalut, akhirnya Olivia menemukan kekasihnya itu di antara rak-rak buku. "Bukannya tadi kamu pulang? Kamu kan sakit?" tanya Mas Wahyu heran. "Aku….aku…" Susah sekali mengucapkan kata yang tepat. "Aku sehat, mas," sahut Olivia dengan cepat. "Terus tadi, kata kamu…." "Soal yang tadi, maaf mas. Sebetulnya aku sehat." "Tapi…." "Aku bohong." Terjadi kekosongan kata-kata maupun loncatan pikiran di antara mereka. Bisu dan beku. Dua orang yang saling berhadapan tapi tak tahu apa yang harus dilakukan. Olivia yang terus diam dan Mas Wahyu yang tak mengalihkan pandang. Rasanya ganjil sekaligus nyeri.

Ekspansi Emansipasi Ala Tuan Putri

Gambar
              Bagaimana bila emansipasi wanita berekspansi ke negeri dongeng? Apa jadinya kalau putri salju berubah menjadi prajurit perang? Ah, tentu akan semakin menarik dan membuka pintu imajinasi anak-anak. Kini negeri dongeng tidak melulu menggambarkan tokoh 100% hitam atau 100% putih. Tuan putri bukan sekedar sosok lemah yang menunggu uluran tangan pangeran tampan berkuda putih. Tuan putri pun bisa memanah!              Salah satu artikel di VOA, Tak Ada Lagi Putri Tak Berdaya dalam Film Adaptasi Dongeng Klasik , 01 Agustus 2012, kita dapat melihat tren terbaru kisah-kisah adaptasi negeri dongeng. Kekuatan dan keperkasaan telah merambah dalam tokoh-tokoh tuan putri ala negeri dongeng. Tokoh-tokoh tuan putri yang lazimnya digambarkan dengan karakter perempuan lemah lembut berubah wujud menjadi perempuan tangguh yang berperan dalam membuat keputusan-keputusan besar dalam hidupnya. Bagi saya, ini adala...

Olivia [Bagian 6]

Gambar
            "Mein Name ist Miriam," Frau Artha mengucapkannya dengan lantang sembari menunjuk tulisan di papan tulis. "Mein Name ist Miriam," anak-anak di kelas 7-4 mengikuti ucapan Frau Artha. Namun seseorang tidak ikut memperhatikan. Ia terlihat menguap. Untuk mengusir kantuk, ia membuang pandang ke luar jendela. Dilihatnya lapangan sekolah. Anak-anak kelas tiga sedang berolahraga di sana. Di antara kumpulan anak-anak kelas tiga, ia bisa melihat sosok pacarnya, tengah merebut bola.             "Olivia!" Olivia tersentak dari lamunannya. Dilihatnya, Frau Artha berjalan mendekat. "Kamu tidak memperhatikan saya?" "Tidak, Frau. Saya memperhatikan, kok." "Tapi kamu tidak mengikuti apa yang saya lakukan." "Eh…" "Silakan keluar. Kamu bisa ikut pelajaran saya minggu depan." Olivia menelan ludah. Nana menatapnya dengan kasihan. Namun sebagian besar anak menatap dengan cara melecehkan. Sis...

Chocodot, Dari Cabe Sampai 4L4Y

Gambar
          Garut bukan cuma tentang domba dan dodol. Garut juga punya akar wangi dan jaket kulit. Garut tidak melulu soal batik. Ternyata, Garut punya ciri khas baru : coklat. berbagai varian coklat dari Chocodot           Kemarin, Minggu 29 Juli 2012 saya berkesempatan mengunjungi salah satu gerai Chocodot, sebuah merek coklat isi dodol khas Garut. Beberapa kali Chocodot tampil di televisi maupun majalah. Beberapa kali pula saya jatuh penasaran dan akhirnya bisa juga membeli produk-produknya.           Chocodot adalah merek coklat khas Garut dan salah satu produk andalannya adalah coklat isi dodol. Menurut salah satu pegawai di gerai Chocodot, coklat isi dodol ini bisa bertahan hingga enam bulan ke depan. Coklat dikemas dalam kotak berbagai ukuran. Ada pula yang berbentuk seperti praline . Bagi anda pecinta coklat, tentu anda akan tergiur dan meneteskan liur...

Olivia [Bagian 5]

Gambar
            Tiga bulan sekolah di sini. Baru sekarang Olivia benar-benar mengobrol dengan seorang teman tanpa embel-embel tugas sekolah. Teman sebangkunya, Nana, hampir seminggu tidak masuk sekolah karena sakit. Pagi ini ia masuk. Masih dengan wajah pucat dan sweater yang melapisi bagian luar seragam putih abunya.             "Hai, Nana! Sudah sembuh?" sapa Olivia. Dalam hati ia harap-harap cemas, mencoba menebak respon Nana. Ia hampir tak pernah terlibat pembicaraan personal dengan teman-teman sekelasnya. Mereka sudah tahu Olivia yang lebih suka berdiam di kelas ketika jam istirahat dan selalu berada di barisan paling belakang saat upacaran bendera atau kegiatan olahraga. Namun mereka masih berbaik hati menyapanya setiap pagi atau membagi botol air minum bila melihat botol Olivia sudah kosong.

Memang Kenapa Kalau Self Publishing?

Gambar
blogupnorth.wordpress.com             "Seharusnya pasar hanya untuk para profesional," begitu kira-kira kalimat yang saya dengar sekilas dalam sebuah sinetron pendek yang menjamur di bulan Ramadhan. Tokoh dalam sinteron tersebut tengah membandingkan antara penerbit major dengan self publishing . Saya bukan penyuka sinetron. Acara-acara khas bulan Ramadhan pun hampir-hampir tidak saya tonton. Selain saya kurang paham lawakan yang berseliweran―kebanyakan selama bulan Ramadhan, program televisi didominasi lawak―kalaupun paham saya juga jarang tertawa. Rasanya kurang lucu. Tapi, saat sahur tadi, saya tersentak mendengar potongan percakapan di sebuah sinetron. Lho, kok bawa-bawa penerbitan?             Menurut percakapan tiga orang tokoh dalam sinetron tersebut, pasar hanya untuk penulis yang profesional. Sementara, penulis pemula yang belum mumpuni kemampuannya, sebaiknya melatih diri dulu d...