Senin, 05 Agustus 2013

Slot Memori DSLR Macet?

Saya langsung membuat postingan ini tidak lama setelah mengalami kejadian macetnya slot memori. Saya adalah pengguna DLSR Sony. Kamera ini telah saya miliki dua tahun. Semester lalu saya menggunakan kamera ini secara berkala minimal seminggu sekali untuk hunting foto demi tugas kuliah.


dandygadget.com
Tadi siang, saya bermaksud menyiapkan kamera ini untuk membawanya berlibur. Saya telah melepas kartu memori dan baterai dari kamera lebih dari sebulan lamanya. Baterai memang harus dilepas dari kamera bila tidak digunakan dalam waktu yang lama demi menghindari kebocoran. Saya pernah membaca ada zat tertentu dari baterai yang bila bocor dapat merusak kamera. Sementara kartu memori saya lepas karena sempat dipinjam oleh teman.

Waktu saya mencoba memasukkan kartu memori ke dalam slot, kartu itu terus keluar. Saya tekan berulang kali tapi kartu memori itu seperti menolak masuk. Namun ketika saya coba memasukkannya ke dalam laptop, keadaannya baik-baik saja. Berarti slot di DSLR sayalah yang menolak kehadiran si kartu memori. Jelas saya panik. Saya belum pernah mendengar cerita hal semacam ini. Saya pun berusaha menghubungi teman-teman yang memiliki kamera tapi tidak ada yang dapat memberikan jawaban.

Sial, pikir saya. Padahal saya akan berangkat lusa. Mana mungkin punya cukup waktu kalau membawa Sony ke tempat servis? Maka saya mencoba googling. Lagi-lagi saya menghadapi kendala. Situs-situs yang saya temui dalam Bahasa Indonesia tidak menyebutkan kerusakan slot kartu memori. Kerusakan biasanya terletak pada kartu memori yang tak terbaca. Saya berusaha mencari grup pengguna DSLR Sony di situs jejaring sosial. Namun mayoritas menggunakan bahasa asing. Kemampuan berbahasa asing saya tidak cukup baik.

Kemudian tak sengaja saya mengklik sebuah situs forum diskusi pecinta fotografi. Situs ini juga berbahasa asing. Dengan patah-patah saya membacanya. Nah, ini dia, bukan membahas kerusakan kartu memori tapi masalah pada slot kartu memori. Ternyata salah satu peserta diskusi di forum tersebut menemukan patahan benda kecil yang menghalangi kartu memori untuk masuk ke dalam slot. Ia berhasil mengeluarkan patahan tersebut dan kartu memorinya pun dapat berfungsi kembali pada kameranya.

Saya mencoba hal yang sama. saya mengintip ke dalam slot dengan bantuan lampu gantung darurat. Saya menemukan patahan kartu memori entah-milik-siapa yang berukuran sekitar satu milimeter di dalam slot. Akhirnya saya berhasil menemukan juga apa yang menjadi pangkal masalah di slot kartu memori ini. Kemudian saya mencongkelnya dengan alat jahit. Patahan tersebut keluar. Kartu memori saya pun bisa kembali berada di dalam slotnya.


Ini pelajaran berharga untuk tidak meminjamkan kamera sembarangan pada orang kurang hati-hati dalam menggunakan perangkat elektronik. Saya seringkali meminjamkan kamera ini tanpa kartu memorinya sehingga orang-orang yang meminjam harus menggunakan kartu memorinya sendiri. Menurut teman saya, kartu memori sebaiknya tidak dilepas dari kamera. Mungkin kasus inilah salah satu alasannya. Selain itu, ketika kita memiliki suatu barang, sebaiknya kita periksa setelah pemakaian agar segera mengetahui bila ada masalah yang terjadi.

6 komentar:

  1. wah bahaya juga yak kalau kayak gitu Lind. Soalnya masalah kartu memori memang sangat krusial. Suka jadi deg deg an kalau ada masalah sama memori.

    BalasHapus
  2. Makasih Sarannya gan, tadi saya mengalami hal sama dengan anda dan akhirnya saya berhasil mengeluarkan patahan memory didalam kameranya berkat artikel ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah kalo membantu saya ikut senang :)

      Hapus
  3. wah terima kasih mbak skrng itu terjadi juga hehehe

    BalasHapus