Minggu, 28 April 2019

Memacari Seorang Feminis

unsplash.com
Bukan saya yang pertama kali menyebut diri saya feminis. Tapi pacar saya. Dia bilang suatu hari di atas motor, "Kamu kan feminis." Dia juga yang mendorong saya lebih vokal di medsos. Menurut dia, saya perlu memperjuangkan apa yang saya anggap benar. Dia tidak pernah marah atau tersinggung ketika saya mengangkat isu gender. Apapun isunya. Semua saya bahas dengan dia. Ini lucu. Seorang laki-laki mendukung saya dibanding kebanyakan teman perempuan saya yang masih menganggap kesetaraan itu tidak perlu. Feminisme itu hal bodoh. Padahal mereka juga tidak mau dilecehkan dan benci pada pemerkosaan. Tapi kok antifeminis?

Kamis, 11 April 2019

Ketika Perempuan Saling Bully dan Benci


Suatu hari seorang perempuan bernama Bunga mengkritik teman sekantornya yang belum hamil. "Itu karena kamu ga jago goyang." Tentu saja tidak ada hubungan antara kehebatan seseorang di ranjang dengan kemampuan dia untuk memiliki keturunan. Lagipula, bukankah memiliki anak adalah kuasa Tuhan? Orang-orang seperti Bunga pasti tidak tahu ada yang namanya splash pregnancy. Suami istri bahkan bisa saja hamil meski tidak ada penetrasi ketika berhubungan sex (apalagi bila si istri vaginismus).

Perilaku perempuan yang saling menyalahkan  baik dalam kehidupan nyata maupun yang kita lihat di layar kaca adalah salah satu bentuk dari pengaruh budaya patriarki yang mengakar kuat. Perempuan selalu di pihak yang salah dan menjadi sumber masalah. Begitu pula dengan kasus bully kemarin. Mulai dari katanya bermula dengan masalah lelaki sampai kini disebut sebagai masalah hutang yang diungkit kembali.

Kenapa sih perempuan saling benci?

Rabu, 03 April 2019

Curhatan Freelancer Part 1: Saya Baru Senang Kalau Dapat Uang


Sebetulnya punggung saya lelah. Saya ingin sekali tidur. Tapi di sisi lain, mata ini sulit tertutup. Pikiran saya menerawang ke masa kecil. Ketika menjadi anak yang paling cepat lancar membaca dan menulis saja sudah membuat saya senang. Sekarang? Saya baru senang kalo sudah mendapat uang. Bekerja sebagai pekerja lepas begini, apalagi yang baru mulai dari nol, memang tidak mudah. Saya harus kebal. Bukan masalah dikritik, tapi dihina.

Jumat, 08 Maret 2019

Instant Family, Dorongan Instan Memiliki Keturunan.

anygoodfilms.com

"Kapan nikah?" adalah pertanyaan overrated. Hal ini sepertinya tidak berlaku di Amerika sana. Begitu pula dengan pertanyaan "Kapan punya anak?" Pasangan yang sudah menikah bertahun-tahun tanpa anak pun tidak terasa aneh bahkan wajar-wajar saja. Orangtua maupun mertuanya tidak ribut bertanya kapan akan menimang cucu. Tujuan dari berumah tangga bukanlah beranak pinak melainkan menghabiskan sisa usia bersama orang yang dicintai. Instant Family berusaha mengangkat isu yang lebih mendesak dibanding menikah atau memiliki anak yaitu menolong anak-anak telantar untuk mendapatkan keluarga. Film ini diadaptasi dari kisah nyata sang sutradara.

Sabtu, 16 Februari 2019

Jangan Mencuci Pembalut! (Beserta Mitos dan Fakta Seputar Menstruasi)

Pembalut sekali pakai (hellosehat.com)
Apa saja hal yang Anda ketahui tentang menstruasi? Mari saya tebak. Katanya, Anda tidak boleh minum es selama haid. Nanti darah haid Anda beku. Kalau garuk bokong, nanti tidak indah dan bisa muncul stretch mark. Bahkan ada anggapan bahwa Anda akan lebih mudah dikuntit setan bila tidak mencuci pembalut. Ada masih banyak lagi mitos abstrak lainnya sampai-sampai sebagian perempuan memilih tidak potong kuku dan keramas selama tujuh hari bahkan membuang pembalutnya secara hati-hati karena takut disantet lelaki. Lucu ya? Ada yang setiap bulan mengumpulkan pembalut bekas pakainya selama tujuh hari lalu dicuci dengan detergen di bak besar kemudian diberi pewangi pakaian terlebih dahulu sehingga ketika dibuang sudah seperti pembalut baru lagi. Bahkan ada yang mengganti pembalutnya hanya sehari sekali.