Rabu, 16 April 2014

Alhamdulillah!

AAAAAA seneng! Haha padahal belom seminar belom sidang udah seneng aja ye gue. Alhamdulillah deh sekali nyerahin Makalah sama Tugas Akhir gapake revisi. Ya Allah seenggaknya ketakutan gue sirna. Udah mana jarak selesai pkl sama seminar itu mepet, ngerjain TA sama Makalah disambi pkl, nemu buku buat daftar pustaka juga agak susah :') Terus cita-cita gue buat ga nyusahin dosen pembimbing tercapai heuehehehe. Ntar tinggal betulin format. Sama kata dia kalo bisa ditambah. Mm........ Nah ini dia haha. 

Senin, 14 April 2014

Kenapa Harus Berjuang

Saya punya dua alasan kenapa harus berjuang. Pertama, ini salah satu cara saya mengungkapkan rasa terima kasih luar biasa kepada pembimbing lapangan. Kedua, saya tidak mau menyusahkan dosen pembimbing. Jadi, saya harus dan masih berjuang untuk menyelesaikan Tugas Akhir berikut seminar dan sidangnya.

Sebetulnya Tugas Akhir saya bisa dikatakan selesai. Tapi kan belum revisi. Belum pula acc. Baru tadi diterima dosen. Saya cuma lelah. Mengetiknya lain soal, itu seperti menceritakan apa yang saya rasakan selama pkl. Semacam diari yang sengaja untuk dibaca orang. Mengeditnya, memperhatikan formatnya, itu ujian tersendiri dalam kehidupan. Informasi format yang simpang siur saja bikin saya agak menghela napas.

Percaya Tidak Percaya

Tadi saya hang out dengan salah satu teman dekat di kampus. Ketika kami akan pergi ke tempat lain, teman mengajukan pertanyaan soal film.

“Lin, film lo kata anak-anak dieditin orang?”

Sejujurnya ini bukan pertanyaan mengejutkan. Pertama karena dia teman dekat saya dan kami terbiasa blak-blakan. Kedua, saya tahu kok banyak yang kasak-kusuk di belakang membahas film yang saya produseri. Kisah lengkapnya bisa dibaca di sini. Iya, itu film pendek yang dibuat sebagai tugas kampus. Isu soal editing ini agak sensitif karena sebagian orang berpikir bahwa tugas film itu tidak boleh dibantu pihak luar kecuali dalam hal talent. Banyak kok kelompok lain yang pakai talent (pemain) di luar kelompok mereka.

Sabtu, 12 April 2014

Postingan singkat aja ya. Gue lagi rewrite Tugas Akhir buat kedua kalinya. Gue masih ga terima kalo karya ilmiah harus SPOK. Kalo ada S dan P-nya sih gapapa. Menurut gue, mengharuskan struktur kalimat SPOK membuat tulisan jadi ngebosenin, ga indah, ga kreatif, ga variatif! Gue merasa kayak anak SD yang latian baca "ibu memasak sayur" atau "budi bermain bola". Garing banget ga sih 40-an halaman yang lo semua baca itu S-P-O-K? Sementara gue berusaha untuk membiasakan diri menggunakan kosa kata yang kaya dalam tulisan. Kalo kayak gini kan miskin banget itu tulisan. Rasanya pengen marah. Orang-orang ga enek apa sama SPOK begitu dalam jumlah sekitar 15.000 kata? Damn. Format manapun ga gue permasalahin kecuali struktur kalimat ini doang kok. Berarti kan ga ada KSPO. Gue juga ga jago Bahasa Indonesia tapi gue merasa gila waktu berusaha keras menjadikan Bab 2 gue dalam bentuk SPOK. Karena kesel, gue kembalikan ke bentuk awal. 

Selasa, 08 April 2014

#Tipsmahasiswa Lakukan Ketika Kamu PKL atau Magang

LONDON - JAN 31: people work in an office building in London on January 31, 2013. Full-time employees in the UK work longer hours than the EU average, according to the Office for National Statistics. - stock photo
shutterstock.com

Halo para pembaca J Untuk yang mengikuti postingan blog saya dua bulan terakhir pasti sudah familiar ya dengan hal yang sering saya bicarakan. Yap, pkl! Praktek kerja lapangan. Ga bosen apa dibahas melulu? Nah itu dia, mumpung lagi hangat-hangatnya, saya mau berbagi tips nih tentang pkl atau magang. Jadi buat kalian yang mahasiswa atau punya kenalan mahasiswa, semoga tulisan saya dapat membantu.

Tiap kampus sih punya peraturan berbeda tapi kalo untuk Institut Pertanian Bogor terutama jurusan Komunikasi seperti saya, mahasiswanya diberi kebebasan memilih sendiri tempat pkl. Tempat itu haruslah sesuai minat si mahasiswa agar dia enjoy menjalani prakteknya. Mahasiswa juga boleh pkl sendirian atau berkelompok. Sebagian orang mengatakan sebetulnya cari tempat pkl itu gampang kok. Tergantung bagaimana kita punya link atau networking atau jaringan yang dapat membantu kita bergabung dengan sebuah organisasi. Saya sebut organisasi ya karena baik itu pemda, perusahaan negara ataupun swasta pada dasarnya adalah sebuah organisasi.

Prompt #45 Kami Masih Bertahan

hands of pregnant woman and her husband in heart shape on her belly - stock photo
shutterstock.com

Mila menengadahkan kepala dan menyambutku dengan senyuman. Wajahnya terlihat sedikit lelah meski sinar matanya tetap cerah. Perutnya yang kian membesar tak bisa tak mencuri perhatianku tiap mendekat. Refleks aku meletakkan kedua tangan di atas perutnya, mengecupnya, sambil menutup mata rapat-rapat. Dalam hening jemari kami akan bertautan.  Melalui sentuhan, kami saling bertukar kasih sayang.

“Sebentar lagi, ya?”

“Iya. Kontraksinya makin sering.”

“Kamu berani kan?”

Minggu, 06 April 2014

Selamat Tinggal, Timika!

videconference (dari jam 10 pagi ampe 7 malem)
Hai J Ini hari terakhir gue di Timika lho. Kota yang menjadi tempat tinggal gue selama dua bulan terakhir. Kota yang menemani gue dalam suka dan duka, dalam senyap dan rancak, dan ketika gue seorang diri atau bersama orang lain.

Senin, 31 Maret 2014

Minggu Terakhi PKL Lalalaala

Dalam keadaan macam apa gue menulis post ini? Ayo tebak. Yang kenal gue dan gue curhatin selama PKL pasti tau hahaha. Pertama, PKL adalah salah satu hal terbaik seumur hidup gue. Nantinya mungkin hal terbaik lain dalam hidup gue selain PKL dan kuliah adalah menikah, melahirkan, bla bla oke kejauhan pikirannya. Kedua, PKL adalah salah satu hal terbaik selama gue kuliah di Diploma yang sangaaaat gue syukuri. Ketiga, PKL adalah salah satu hal terbaik tahun ini. Gue tipe orang yang ekspresif dan mudah bahagia jadi tolong jangan heran kenapa PKL "aja" ampe gue bilang kayak gini hahahahahaha.

Tentang Natasha

Apa dia orang yang tepat?

Kamu tidak akan pernah tahu itu kecuali kamu sudah menjalaninya. Kamu telah mencobanya. Jadi, kamu harus berani patah hati. Siap menerima segala risiko. Berjanji tiada merasa patah atau menyerah. Karena begitulah hidup. Di satu titik kamu bahagia. Titik selanjutnya, kamu nelangsa. Bukan hanya soal cinta. Tapi juga keluarga, karir, persahabatan, keseharian, sampai masakan yang baru kamu pelajari resepnya. Kalau belum apa-apa kamu menyerah, mana bisa kamu melihat hari esok yang lebih cerah?

Semoga dia orang yang tepat.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...