Sabtu, 07 September 2019

The Perks of Having A Baby Face

via unsplash
Sejak rapat dosen pertama pada 31 Agustus kemarin sampai hari ini, saya masih dikira maba. Ini mungkin terdengar aneh karena waktu di Diploma dulu, saya malah dikira dosen. Aneh sekali. Di usia yang makin bertambah, seakan wajah saya menjadi semkain muda. Orang terus salah kira mengenai berapa usia saya. Padahal seperti yang kita semua tahu, saya memakai makeup. Orang seringkali mengasosiasikan penggunaan makeup membuat wajah terlihat lebih tua. 

Jumat, 06 September 2019

Abduct X Querramellca Spellbound Palette Review

Sumber: Abduct Cosmetic

Kali ini saya mau review makeup palette favorit yaitu Spellbound! Ini adalah hasil kolaborasi antara Abduct Cosmetic yang berpusat di Singapura dengan Querramellca, beauty enthusiast asal Indonesia. Kenapa favorit? Singkatnya, ini adalah produk dengan harga terjangkau yang bisa digunakan untuk seluruh wajah sehingga sangat praktis. Satu palet untuk beragam kebutuhan. Selain itu pilihan warnanya cocok dengan skintone kulit orang Indonesia. Itulah kenapa ini menjadi palet andalan saya baik di acara sehari-hari maupun formal.

Ristra Med Soap Review

sumber: website Ristra

Halo! Kali ini saya ingin mereview sabun wajah favorit saya yaitu Ristra Med Soap. Rasa penasaran saya berasal dari postingan seorang blogger yang mengaku cocok dengan seluruh rangkaian produk perawatan wajah dari Ristra. Akhirnya saya memutuskan mencari dan mencobanya. Ini adalah produk lokal yang bisa kita temukan di toko-toko kosmetik maupun toko online. Memang produknya belum sepopuler brand lain seperti Wardah ataupun Emina sehingga agak sulit ditemukan. Saya sendiri tidak menemukannya di minimarket ataupun supermarket.

Selasa, 03 September 2019

Tips, Trik, dan Pengalaman Wawancara Kerja Sebagai Dosen

via unsplash
Halo! Dalam postingan kali ini, saya ingin membagikan tips, trik, dan pengalaman wawancara kerja sebagai dosen. Saya menulis topik ini karena masih banyak yang penasaran mengenai gambaran dari wawancara kerja untuk lowongan sebagai dosen. Dosen merupakan salah satu profesi yang lowongan kerjanya jarang kita ditemukan di internet. Kebanyakan kampus tidak memasang lowongan kerja sebagai dosen di situs resminya. Kampus lebih senang merekrut alumni atau dosen dari kampus lain yang memang sudah diketahui latar belakangnya.

Minggu, 01 September 2019

Gundala Review

Gundala (sumber: Screenplay Production dan Legacy Pictures)
Mulai tahun ini, proyek film superhero lokal akan dimulai dengan dirilisnya Gundala. Bumilangit  sebagai pemilik hak cipta para tokoh superhero lokal ini akan melahirkan Jagat Sinema Bumilangit yang nantinya  seperti MCU atau DCEU. Dengan biaya produksi yang tinggi, tekanan untuk menghasilkan keuntungan yang sebanding pun muncul. Namun nampaknya tak akan sulit untuk meraih penonton minimal dua juta orang mengingat antusiasme publik terhadap Gundala. Akan sangat disayangkan bila publik tidak mendukung karya sineas dalam negeri tetapi justru mengelu-elukan superhero luar. Padahal, Gundala memiliki potensi untuk dicintai.

Sabtu, 31 Agustus 2019

PIXY ColoReinvention: New Shades, New Look, New You Review

Produk dari Pixy (foto pribadi)
Halo! Pada postingan kali ini, saya akan menulis review mengenai produk-produk terbaru dari Pixy. Ini adalah produk drugstore dengan harga terjangkau yang mudah didapatkan di mana-mana. Pixy sendiri bukan produk baru, bahkan sudah dikenal orangtua kita ketika masih muda. Tetapi banyak yang salah paham dan menganggap Pixy sebagai produk lokal. Padahal Pixy adalah produk yang dibuat berdasarkan lisensi dari Mandom Corporation, sebuah perusahaan dari Jepang. Tetapi produksinya sendiri dilakukan di dalam negeri tepatnya di Bogor.

Selasa, 16 Juli 2019

Dua Garis Biru (Bukan Review)

Gambar: Starvision (via cultura.id)

Saya pernah berdebat dengan Faisal ketika dia mengatakan bahwa kita tidak bisa berkomentar karena tidak benar-benar tahu mengenai kasus nikah dini. Saat itu kasus yang kami bicarakan ada di Sulawesi. Saya marah sekali ketika orang tidak menganggap isu ini krusial. Sambil menangis histeris saya bilang ke Faisal apapun alasannya anak saya tidak boleh menikah dini. Mau alasannya cinta atau sudah akil baligh, itu tetap kekerasan seksual. Anak-anak tidak seharusnya menikah. Mereka seharusnya bermain dan belajar. Masa kecil mereka tidak boleh hilang.

Kamis, 27 Juni 2019

Beauty Community yang Doyan Kolaborasi


Beberapa waktu lalu, Marcella Kikyanto (@querramellca) merilis serangkaian produk kecantikan hasil kolaborasinya dengan Abduct Cosmetics. Bersama brand makeup asal Singapura ini, Marcella membuat eye palette, beauty blender, dan solid cleanser. Marcella semakin dikenal oleh beauty community di Indonesia sejak ia meraih juara pertama Face Award Indonesia yang diadakan oleh brand NYX pada tahun 2017. Ia juga berkali-kali mengadakan workshop makeup.

Curhatan Freelancer Part 2: Kerjanya Ngapain Sih?


Saya sering mendapat pertanyaan mengenai apa pekerjaan saya. Kalau saya jawab freelance, mereka tanya lagi, "Nulis di mana aja? Cuma di Cultura aja ya?" BTW saya memang suka share tulisan-tulisan saya di Cultura. Kalau saya jawab di tempat lain juga, pasti muncul pertanyaan berikutnya. Terutama soal pendapatan. Mungkin di pikiran orang, enak sekali pekerjaan saya. Makan dibayar, nonton dibayar, duduk-duduk di rumah di bayar. Kalau gitu, saya jelaskan dalam satu tulisan ini. Biar ga ada yang tanya lagi.

Minggu, 28 April 2019

Memacari Seorang Feminis

unsplash.com
Bukan saya yang pertama kali menyebut diri saya feminis. Tapi pacar saya. Dia bilang suatu hari di atas motor, "Kamu kan feminis." Dia juga yang mendorong saya lebih vokal di medsos. Menurut dia, saya perlu memperjuangkan apa yang saya anggap benar. Dia tidak pernah marah atau tersinggung ketika saya mengangkat isu gender. Apapun isunya. Semua saya bahas dengan dia. Ini lucu. Seorang laki-laki mendukung saya dibanding kebanyakan teman perempuan saya yang masih menganggap kesetaraan itu tidak perlu. Feminisme itu hal bodoh. Padahal mereka juga tidak mau dilecehkan dan benci pada pemerkosaan. Tapi kok antifeminis?

Kamis, 11 April 2019

Ketika Perempuan Saling Bully dan Benci


Suatu hari seorang perempuan bernama Bunga mengkritik teman sekantornya yang belum hamil. "Itu karena kamu ga jago goyang." Tentu saja tidak ada hubungan antara kehebatan seseorang di ranjang dengan kemampuan dia untuk memiliki keturunan. Lagipula, bukankah memiliki anak adalah kuasa Tuhan? Orang-orang seperti Bunga pasti tidak tahu ada yang namanya splash pregnancy. Suami istri bahkan bisa saja hamil meski tidak ada penetrasi ketika berhubungan sex (apalagi bila si istri vaginismus).

Perilaku perempuan yang saling menyalahkan  baik dalam kehidupan nyata maupun yang kita lihat di layar kaca adalah salah satu bentuk dari pengaruh budaya patriarki yang mengakar kuat. Perempuan selalu di pihak yang salah dan menjadi sumber masalah. Begitu pula dengan kasus bully kemarin. Mulai dari katanya bermula dengan masalah lelaki sampai kini disebut sebagai masalah hutang yang diungkit kembali.

Kenapa sih perempuan saling benci?

Rabu, 03 April 2019

Curhatan Freelancer Part 1: Saya Baru Senang Kalau Dapat Uang


Sebetulnya punggung saya lelah. Saya ingin sekali tidur. Tapi di sisi lain, mata ini sulit tertutup. Pikiran saya menerawang ke masa kecil. Ketika menjadi anak yang paling cepat lancar membaca dan menulis saja sudah membuat saya senang. Sekarang? Saya baru senang kalo sudah mendapat uang. Bekerja sebagai pekerja lepas begini, apalagi yang baru mulai dari nol, memang tidak mudah. Saya harus kebal. Bukan masalah dikritik, tapi dihina.

Jumat, 08 Maret 2019

Instant Family, Dorongan Instan Memiliki Keturunan.

anygoodfilms.com

"Kapan nikah?" adalah pertanyaan overrated. Hal ini sepertinya tidak berlaku di Amerika sana. Begitu pula dengan pertanyaan "Kapan punya anak?" Pasangan yang sudah menikah bertahun-tahun tanpa anak pun tidak terasa aneh bahkan wajar-wajar saja. Orangtua maupun mertuanya tidak ribut bertanya kapan akan menimang cucu. Tujuan dari berumah tangga bukanlah beranak pinak melainkan menghabiskan sisa usia bersama orang yang dicintai. Instant Family berusaha mengangkat isu yang lebih mendesak dibanding menikah atau memiliki anak yaitu menolong anak-anak telantar untuk mendapatkan keluarga. Film ini diadaptasi dari kisah nyata sang sutradara.

Sabtu, 16 Februari 2019

Jangan Mencuci Pembalut! (Beserta Mitos dan Fakta Seputar Menstruasi)

Pembalut sekali pakai (hellosehat.com)
Apa saja hal yang Anda ketahui tentang menstruasi? Mari saya tebak. Katanya, Anda tidak boleh minum es selama haid. Nanti darah haid Anda beku. Kalau garuk bokong, nanti tidak indah dan bisa muncul stretch mark. Bahkan ada anggapan bahwa Anda akan lebih mudah dikuntit setan bila tidak mencuci pembalut. Ada masih banyak lagi mitos abstrak lainnya sampai-sampai sebagian perempuan memilih tidak potong kuku dan keramas selama tujuh hari bahkan membuang pembalutnya secara hati-hati karena takut disantet lelaki. Lucu ya? Ada yang setiap bulan mengumpulkan pembalut bekas pakainya selama tujuh hari lalu dicuci dengan detergen di bak besar kemudian diberi pewangi pakaian terlebih dahulu sehingga ketika dibuang sudah seperti pembalut baru lagi. Bahkan ada yang mengganti pembalutnya hanya sehari sekali.

Kamis, 31 Januari 2019

Pro Kontra RUU PKS: Pro Zina, Pro Aborsi, Hingga Pro LGBT

sumber: goabroad.com
Ada kekhawatiran yang terus menghantui saya di hari-hari sekarang. Bagaimana bila suatu saat nanti saya memiliki anak perempuan? Adakah jaminan hidupnya akan tentram? Akankah ia merasa aman berada di jalan? Saya tidak ingin dia merasakan beratnya hidup sebagai warga negara kelas dua yang ditimpakan kesalahan sedemikian rupa hingga terus dicap sebagai pendosa. Saya tidak ingin putri saya kelak harus disalahkan atas bajunya atau bentuk fisiknya (yang padahal anugrah dari Tuhannya). Dia tidak harus melalui jalan yang saya lalui. Dia tidak harus bersusah hati. Solusi dari persoalan pelik ini adalah pengesahan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual yang dicaci, dibenci, dan dilabeli sebagai undang-undang tidak Islami. Dianggap membenarkan perzinahan, aborsi, dan mendukung LGBT.


Kadang saya bertanya-tanya dalam hati, Tuhan, mengapa saya lahirnya di Indonesia?

Selasa, 29 Januari 2019

Pengalaman Pertama Wawancara Kerja

wawancara kerja (youthmanual.com)
Gambaran saya mengenai wawancara kerja kira-kira seperti gambar ini. Menggunakan baju formal, diwawancara secara formal, dan berada di dalam ruang kerja. Saya sering bertanya kepada teman-teman bagaimana proses mereka hingga mendapatkan suatu pekerjaan. Saya pikir, saya juga akan mengalami hal yang sama. Saya sangat gugup. 

Ternyata saya diwawancara di restoran.

Itu daerah elit, atau mungkin tidak begitu elit, tapi kira-kira tidak membumi seperti kantong saya. Hal pertama yang saya lakukan begitu diberi tahu lokasi restorannya adalah membuka Zomato. Setelah melihat review harga, hal berikutnya yang saya lakukan adalah bertekad untuk tidak membeli apapun kecuali minuman. Saya bingung memikirkan pakaian apa yang cocok dikenakan. Bagaimana agar tidak terlihat salah kostum? Ini semua serba pertama bagi saya. Saya sampai susah tidur dan merasa berdebar berhari-hari.

Senin, 14 Januari 2019

Masa Depan di Tangan Perempuan

media.services.cinergy.ch

imdb.com
Bird Box maupun A Quiet Place memiliki beberapa kesamaan. Pertama, kita bisa lihat dari posternya. Kedua film ini sama-sama memposisikan tokoh perempuan sebagai sang hero. Tokoh yang dimaksud sama-sama seorang ibu dan sama-sama memperjuangkan hidup anak-anaknya. Terasa familiar sekaligus sebuah kebetulan yang menarik, bukan? Tapi tentu saja ini bukan kebetulan belaka. Dunia yang tengah menggaungkan kesetaraan gender di berbagai lini tentu ikut memengaruhi dunia seni. Para sineas berbondong-bondong menciptakan karya seni yang menonjolkan kiprah perempuan. Perempuan tidak lagi digambarkan lemah, perlu perlindungan, atau selalu mengharapkan bantuan. Perempuan di layar lebar justru menjadi sosok yang tangguh; sosok yang menjadi model pemberdayaan diri sesamanya.

Jumat, 11 Januari 2019

Mendobrak Konsep Cantik Melalui My Id is Gangnam Beauty

viu.com

Salah satu stereotip yang dilekatkan masyarakat terhadap Korea Selatan adalah plastik. Korea Selatan memang dikenal sebagai negara yang penduduknya familiar dengan operasi plastik sebagai salah satu prosedur mempercantik diri dan sudah dapat diterima oleh berbagai kalangan. Sayangnya hal ini masih menjadi perdebatan dengan embel-embel bahwa hasil operasi plastik dianggap melanggar kodrat dan tidak sesuai dengan konsep cantik dari lahir. Padahal seharusnya prosedur operasi plastik yang dilakukan seseorang tidak menjadi perdebatan karena itu adalah pilihan individu yang tidak menyakiti orang lain.

Itulah yang dicoba dilakukan oleh My Id is Gangnam Beauty. Drama yang diadaptasi dari Webtoon ini mengangkat topik mengenai perdebatan masyarakat mengenai cantik natural versus cantik buatan. Kedua istilah ini sebenarnya tidak pantas digunakan karena tentu saja kita tidak memiliki andil terhadap tubuh orang lain, bukan?

Rabu, 09 Januari 2019

Komedi Sekaligus Misteri Ala Terius Behind Me

layar.id
So Ji Sub kembali tampil di layar kaca dengan karya menarik lainnya melalui Terius Behind Me. Aktor berusia kepala empat yang pesonanya tak pudar oleh waktu ini berperan sebagai seorang agen rahasia bernama Terius alias Wang Jeong Nam alias Kim Bon. Kali ini ia dipasangkan dengan Jung In Sun yang namanya meroket sejak membintangi Laughter in Waikiki. 

Awalnya saya tidak memiliki ekspektasi terhadap akting Jung In Sun. Ketika membintangi Laughter in Waikiki, ia memerankan karakter ibu tunggal yang ceroboh dan polos. Saya sempat beranggapan bahwa peran Jung In Sun di Terius Behind Me tidak akan berbeda jauh dengan perannya di Laughter in Waikiki. Ternyata pendapat saya salah besar! Di sini ia memang berperan sebagai ibu tunggal. Tetapi karakternya adalah perempuan serba bisa yang bahkan bisa mengecoh agen rahasia dan mampu membongkar kedok mata-mata.

Minggu, 20 Mei 2018

Berubah

Ada banyak hal yang berubah. Beberapa tahun yang lalu, saya bukan pecinta hewan. Meski seumur hidup saya rumah ini selalu dipenuhi hewan, saya tidak peduli dengan mereka. Ada banyak rasa takut yang saya rasakan. Takut digigit. Takut dicakar. Saya benci harus membantu mengurus mereka. Saya benci harus ikut mengkhawatirkan mereka. Toh bukan saya yang memutuskan punya peliharaan.

Sekarang berbeda.

Saya begitu menyukai kucing. Saya sering membahas kucing dengan orang-orang di sekitar saya. Saya menyarankan orang lain untuk melakukan streril terhadap peliharaan mereka. Saya mencemaskan kucing-kucing saya. Apakah mereka senang? Apakah mereka sehat? Apakah ada yang membuat mereka tidak nyaman?


Perubahan yang sangat signifikan.


Berikutnya adalah sekolah. Saya tidak menyangka akan sebegitu sukanya dengan sekolah. Juga tidak menyangka akan mendapatkan pacar sekelas. Rasanya lucu. Lelaki ini seperti semua yang saya idamkan. Seakan Tuhan kelewat baik hati. Segala yang pernah saya impikan atau renungkan muncul di depan mata. Saya masih takjub hingga detik ini. Orang ini sepenuhnya yang saya cari.


Saya tidak lagi sepesimis dulu. Walau pesimis adalah mayoritas hal yang saya rasakan. Mungkin semua akan berubah perlahan-lahan. Mungkin juga tidak sama sekali. Tapi sekarang saya sudah cukup senang.