Aku suka sekali kajian di Academy Sahwa. Menurutku topik-topiknya menarik, relevan, dan tidak pasaran. Sampai akhirnya aku mendengar istilah muslim nanggung. Ya orang seperti aku maksudnya. Mengaku muslim, tapi juga mengaku feminis.
Sebenarnya aku mau-mau saja mengatakan yang sebenarnya. Namun aku menunggu waktu yang tepat (?) because this will be a long, long story. So, go read it before you go to bed.
Some people are questioning my ability to work because I am an ODGJ. They think that halu people like me cannot be trusted. So, let’s talk about how I'm supporting myself financially.
Aku harus sortir ribuan video properti sebelum akhirnya diedit. Pekerjaanku banyaaak sekali dan aku lelah. Syuting berhari-hari di Malaysia membuat aku akhirnya drop juga. Aku sakit flu. Ya ini efek karhutla juga sih.
Tadi ada netizen yang menulis kok bisa ya ODGJ launching buku dan kerja di Malaysia. Aku speechless. HAHAHA. Apa yang aneh dari aku bekerja dan menulis?
I told my psychologist about how my nightmares became intense and frequent after the code of ethics hearing. She said, first, that the nightmares were my emotional trash. Second, I could stop seeing her. It felt like an abrupt breakup.
For a while, I thought there was something wrong with me. My feelings toward men had become strangely flat. The feelings I once had for people I've written about before seemed to disappear completely.
Kenapa aku bersusah payah menulis perkembangan kasus ini? Padahal kan, rasanya menyakitkan untukku? Entahlah, namanya juga penulis. Ya, pasti maunya menulis. Setidaknya aku bisa meluapkan emosi dengan sehat.
Some people have asked me why I don't make an effort to find a partner. For example, why don't I use dating apps? Or why don't I join speed dating events? The answer is simple.
Mulai dari perkembangan kasus, kesehatan, side job, sampai bucket list aku tulis di sini. Aku akan baca ini lagi tahun depan dan melihat sudah sejauh mana aku melangkah nantinya.
I felt weird today. Mom was having a conversation with a travel agent who will bring her and her colleagues to China this month. Somehow, the subject of the conversation became me. They talked about the side effects of my prescription.
Semua yang aku tulis di sini berdasarkan diagnosis dokter ya. Aku menulis untuk menghapus stigma, bukan minta dikasihani. (Maaf, tulisan ini baru direvisi 22.42 karena banyak kesalahan di dalamnya).