For a while, I thought there was something wrong with me. My feelings toward men had become strangely flat. The feelings I once had for people I've written about before seemed to disappear completely.
Kenapa aku bersusah payah menulis perkembangan kasus ini? Padahal kan, rasanya menyakitkan untukku? Entahlah, namanya juga penulis. Ya, pasti maunya menulis. Setidaknya aku bisa meluapkan emosi dengan sehat.
Some people have asked me why I don't make an effort to find a partner. For example, why don't I use dating apps? Or why don't I join speed dating events? The answer is simple.
Mulai dari perkembangan kasus, kesehatan, side job, sampai bucket list aku tulis di sini. Aku akan baca ini lagi tahun depan dan melihat sudah sejauh mana aku melangkah nantinya.
I felt weird today. Mom was having a conversation with a travel agent who will bring her and her colleagues to China this month. Somehow, the subject of the conversation became me. They talked about the side effects of my prescription.
Semua yang aku tulis di sini berdasarkan diagnosis dokter ya. Aku menulis untuk menghapus stigma, bukan minta dikasihani. (Maaf, tulisan ini baru direvisi 22.42 karena banyak kesalahan di dalamnya).
Kamu ingin berobat, tapi belum tahu harus pergi ke psikiater yang mana? Kamu mau tahu cara memilih psikiater yang tepat untukmu? Baca pengalamanku dalam memilih psikiater setelah berkonsultasi dengan enam psikiater yang berbeda.
Blog post ini ditulis berdasarkan POV-ku, korban kekerasan seksual yang mencari bantuan. Semua saluran bantuan ini sudah aku coba dan jalani sendiri. Saluran bantuan untuk korban kekerasan seksual di Indonesia terbagi tiga Pro bono (layanan sukarela, GRATIS) Pemerintah Berbayar Semua akan aku jabarkan lengkap berdasarkan pengalamanku sendiri. Aku juga akan menampilkan bukti-bukti bahwa saluran tersebut sudah aku coba.
Aku perlu membuat blog post khusus tentang asesmen psikiatri forensik. Karena menurutku ini informasi maha penting. Tes ratusan nomor sampai biaya lengkapnya kutulis di sini.