Rabu, 17 September 2014

Prompt #62 Percakapan di Tembok Batu

weheartit.com

“Aku tidak suka kau bersedih.” Nathalie mengusap air mata di pipi Iris. Sementara Valeri menepuk-nepuk bahunya. Iris menatap kedua sahabatnya dengan penuh rasa terima kasih. Mereka berdua menuntunnya duduk di tembok batu.

“Kau tidak akan bersedih lagi. Kami akan melindungimu,” ucap Nathalie dengan wajah bersungguh-sungguh.


“Kami juga sudah bicara pada Thomas untuk lebih berhati-hati. Dia berjanji tidak akan mengatakan hal-hal yang menyakitkan pada keluargamu. Dia minta maaf telah merusak hari-harimu sebelum pernikahan,” sambung Valeri.

“Bagaimana mungkin kalian bisa bicara pada Thomas? Dia keras kepala. Aku saja yang calon istrinya selalu gagal meluluhkan hatinya.”

“Kami mencintaimu, Iris. Karena itu kami tidak rela kau terluka. Kita telah bersama sejak lama. Kami pikir Thomas dan rencana pernikahan kalian tidak baik buatmu. Jadi kami ingin membantu,” ujar Nathalie.


Valeri tersenyum penuh arti. Ia menggerakkan matanya ke bawah. Iris melihat seorang lelaki dengan tuksedo hitam dengan tubuh kaku dan mulut terbuka. Lidahnya tidak ada.

8 komentar:

  1. banyak lelaki yang tewas di FF kali ini

    BalasHapus
  2. udah kalo keras kepala gak usah diajak ngomong, langsung sikat aja! bhahaha

    BalasHapus
  3. gimana sih reaksi Iris saat melihat calon suaminya meninggal dibunuh?

    BalasHapus
  4. Lidah yang nggak ada kayaknya belum bikin mati deh, Lin... Memang Thomas ngapain sik? *bingung*

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya ga bilang matinya karena lidahnya ilang loooh hehehe

      Hapus