Rabu, 22 Februari 2012

Kisah Kejayaan Kekaisaran Mongol


Judul               :           Ratu Mongol
Penulis             :           Jack Weatherford
Penerjemah      :           Farida Inayati
Tebal               :           317 halaman
Penerbit           :           PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta
Terbit               :           2010

            Anda tahu Genghis Khan? Pendiri kekaisaran Mongol yang mendominasi dunia selama 150 tahun ini merupakan nama besar dalam sejarah dunia. Ia berasal dari bangsa Mongol yang dipandang rendah dan dianggap primitif akibat kebiasaan dan cara hidupnya. Ketika hasil perburuan buruk, bangsa Mongol dikenal menggasak suku-suku penggembala, mencuri binatang, perempuan, dan apa saja yang bisa mereka curi (halaman 13). Mereka dibenci oleh suku penggembala yang lebih canggih yang mendiami padang rumput di sekitar mereka. Kemasyurannya tak hanya akibat pencapaiannya dalam menyatukan bangsa Mongol, tapi juga menancapkan kekuasaannya meliputi Jalur Sutra, Korea, Cina, Timur Tengah, hingga merambat ke Eropa.
            Ratu Mongol adalah sebuah buku yang berkisah tentang seorang Genghis Khan; perjuangannya keluar dari stereotip kaum budak, usahanya menyatukan bangsa Mongol dan menjadikan dirinya di tampuk kekuasaan, invasinya ke luar Mongol, hukum dan pemerintahan yang ia bangun, putri-putrinya, hingga ketika kekaisaran ini jatuh dan terjadi perebutan kekuasaan di antara keturunannya. Tak pelak, meski berjudul Ratu Mongol, bahasan dalam buku ini sangat luas. Tak sebatas menceritakan kronologi kehebatan putri-putri Genghis Khan yang cakap dalam mengukuhkan posisi ayahnya sebagai seorang khan―pemimpin kekasiran―tapi juga kehidupan bangsa Mongol.
            Jack Weatherford berusaha menyingkap misteri di balik hilangnya bagian naskah The Secret History of The Mongols yang merekam kata-kata Genghis Khan di musim panas 1206 ketika ia mendirikan kekaisaran Mongol. Hal ini akibat dari dihapuskannya nama dan peran putri-putri Genghis Khan yang disebut sebagai salah satu alasan kekuatan kekaisaran Mongol. Inilah salah satu keunikan sejarah bangsa Mongol. Genghis Khan justru memberikan negara-negara taklukannya untuk dipimpin oleh keempat putrinya. Sampat saat ini, jumlah putri Genghis Khan pun belum dapat dipastikan, berkisar tujuh hingga delapan orang.
            Sebagai cara menarik dukungan sekaligus kesempatan menguasai suatu suku atau suatu negara, Genghis Khan banyak melangsungkan pernikahan antara putra putrinya atau klan ibunya dengan sekutu. Keempat putrinya, salah satunya bernama Alaqai Beki, menjadi penguasa di empat negara yang termasuk jalur sutra. Bahkan ketika suaminya mati, Alaqai Beki pun menikahi Jingue yang tak lain merupakan putra angkatnya. Selain pernikahan, cara melanggengkan kekuasaan adalah sikap plural Genghis Khan. Meski ia banyak melakukan penaklukan, ia membiarkan agama-agama tumbuh dan berkembang di bawah kekuasaannya. Ia tidak memaksa orang-orang di bawah kekuasaannya mengikuti kepercayaannya seperti lazimnya penguasa-penguasa lain.
            Hal menarik lain dalam kepemimpinan Genghis Khan yang turut mendukung kedudukan putri-putrinya adalah kesetaraan bagi laki-laki dan perempuan. Namun setelah ia mangkat, keturunannya tidak mengindahkan hal ini. Ogodei Khan, salah satu keturunan Genghis Khan, telah menciptakan terror secara seksual sebagai dalih serangan terhadap kekuasaan putri-putri Genghis Khan. Tak hanya keturunan laki-laki Genghis Khan, para menantunya pun mencoba menggoyang kekuasaan putri-putri Genghis Khan. Persatuan kekaisaran pun dipertaruhkan.
            Betapa panjang kerja keras yang dilakukan oleh seorang Jack Weatherford dalam menyelesaikan Ratu Mongol. Tak hanya menunjukkan kebesaran sebuah kekaisaran, Ratu Mongol pun menggambarkan detail-detail menarik mengenai kebudayaan dan kehidupan orang Mongol. Fakta menarik pun terselip dalam halaman-halaman berikutnya, semisal kisah Khutulun, seorang perempuan keturunan Genghis Khan yang memiliki sepuluh ribu ternak kuda dari hasil memenangkan pertandingan gulat. Banyak dokumen-dokumen sejarah bangsa lain yang mengungkap kehebatan tentara perempuan Mongol. Selain menguasai persenjataan, seseorang seperti Khutulun menguasai olahraga gulat dengan sangat baik hingga tidak ada seorang pria pun yang mampu mengalahkannya.
            Bagi pecinta buku sejarah, Ratu Mongol akan menjadi salah satu buku yang tak boleh anda lewatkan. Bukan sekedar kisah nama besar Genghis Khan berikut putri-putrinya, Ratu Mongol merupakan sebuah narasi panjang tentang Mongolia. Seperti diungkapkan penulisnya, "Saya berharap pembaca buku ini akan terus mengeksplorasi banyak karya tentang Mongolia."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar