Sabtu, 27 Juni 2020

Eau De Zwitsbaby Review + Informasi Soal Parfum



Apa sih yang khas dari bayi? Katanya bayi tuh aromanya segar. Sampai kita dengar kan istilah wangi bayi. Selain itu produk-produk buat bayi juga punya aroma yang enak-enak. Aromanya soft dan tidak bikin alergi. Salah satu produk untuk bayi yang aromanya sangat terkenal adalah Zwitsal.  Produk yang berada di bawah naungan Unilever ini telah masuk ke Indonesia sejak tahun 1972.

Saya bukan tipe yang mengoleksi parfum. Penciuman saya cukup sensitif sehingga sedikit picky kalau soal minyak wangi. Parfum favorit saya selama bertahun-tahun adalah Fantasy Britney Spears Eau De Parfum. Aromanya manis, ringan, dan girly. Saat teman saya, Ade, menawarkan Eau De Zwitsbaby saya mengiyakan. Keputusan saya tidak salah. Eau De Zwitsbaby memiliki karakteristik parfum favorit saya yang manis dan ringan.

Parfum ini berasal dari Arab, bisa dilihat dari tulisan Berbahasa Arab di kemasannya. Sama seperti packaging produk-produk Zwitsal, Eau De Zwitsbaby menggunakan trademark warna kuning. Ukurannya 35 ml dan sangat pas dalam genggaman. Walaupun mungil tapi botolnya kokoh. Dengan model doff dan terbuat dari kaca yang buram sehingga tidak terlihat murahan. Ada emboss lambang kepala bayi di tutup botolnya. Saya tidak takut parfum ini pecah atau tumpah bila dimasukkan ke dalam tas.

Ada lima jenis pewangi berdasarkan tingkat kekuatan aromanya. Pertama adalah parfum dengan konsentrasi minyak parfum sebanyak 15-30%. Kedua adalah Eau de Parfum yang mengandung konsentrasi sebanyak 15-20%. Ketiga adalah Eau de Toilette dengan konsentrasi 5-15%. Keempat adalah Eau de Cologne dengan konsentrasi 2-4%. Terakhir adalah Eau Fraiche dengan konsentrasi 1-3% saja. Sayangnya produk yang saya gunakan ini tidak menyatakan ia termasuk ke dalam golongan mana.

Namun, perkiraan saya, Eau De Zwitsbaby termasuk ke dalam jenis Eau de Toilette. Varian ini umumnya tahan hingga 3 jam. Namun dengan harga yang terjangkau, menurut saya kita tidak bisa mengharapkan kalau wanginya tahan lebih lama dari ini. Kira-kira seperti istilah ada harga ada rupa. Baik disemprotkan di baju maupun di kulit lama ketahanannya pun sama. Tapi Eau De Zwitsbaby ini memiliki kelebihan karena tidak meninggalkan noda di kain. Sehingga kita tak perlu khawatir baju akan menjadi kotor.


Menurut kemasannya, Eau De Zwitsbaby mengandung empat bahan utama yaitu air zam-zam, air, fragrance alias konsentrat dari parfum itu sendiri, serta solvent alias pelarut. Pelarut ini umumnya adalah etanol alias etil alkohol. Alkohol membantu untuk menyatukan zat-zat yang menjadi bahan baku parfum sekaligus memperkuat wanginya agar tahan lama terutama bila berada di udara panas. Namun bukan berarti lebih banyak alkohol maka parfum lebih tahan lama. Konsentrasi minyak parfumnya sendiri harusnya banyak dan inilah yang membuat harga parfum menjadi mahal.


Sebenarnya ketika kita menyemprotkan parfum, akan muncul tiga wewangian. Pertama adalah top notes alias aroma yang tercium pertama kali di hidung saat kita baru saja menyemprotkan parfum. Ketika Eau De Zwitsbaby ini disemprot, bila kita langsung mendekatkan hidung, akan terasa aroma yang kuat. Ini wajar, bukan berarti aroma parfumnya akan terus kuat seperti itu. Lama-lama aroma ini akan memudar sehingga muncul aroma yang disebut sebagai middle notes. Aroma inilah yang menjadi aroma sebenarnya dari parfum yang kita gunakan.

Dapat kita rasakan dari middle notes ini bahwa Eau De Zwitsbaby sangat manis aromanya, benar-benar seperti Zwitsal. Inilah aroma yang sebenarnya kita cari dari parfum kesayangan. Lama-lama aroma ini akan memudar dan digantikan dengan base notes alias wangi dasar dari si parfum. Bahan yang digunakan adalah bahan yang tahan lama dan menjadi dasar dari aroma parfum tersebut. Tentunya dia bukan terpisah dari middle notes tapi memperkuatnya. Bagi yang tidak terbiasa dalam menilai parfum mungkin akan sulit membedakan dan mengidentifikasinya.

Apakah ini produk dari Zwitsal? Saya rasa bukan. Ada dua parfum yang beredar di pasaran yaitu Eau De Zwitsal yang berasal dari Belanda dan Eau De Zwitsbaby yang berasal dari Arab. Packagingnya pun berbeda jauh. Untuk versi Belanda, ukurannya lebih besar dengan harga ratusan ribu. Bentuk botolnya sedikit melengkung. Sementara versi Arab memiliki bentuk kotak dengan botol doff dan ukurannya imut. Saya tidak menemukan kedua produk ini di website Zwitsal Belanda. Tapi, memang di akun-akun marketplace di Belanda produk ini dijual.

Secara garis besar, saya puas dengan produk ini. Baik dari aromanya, packagingnya, maupun harganya. Bila ingin parfum dengan aroma manis dan ringan maka Eau De Zwitsbaby ini adalah pilihan yang cocok. Tidak perlu khawatir untuk menggunakan parfum ini di kulit karena tidak menyebabkan iritasi. Hanya saja ada sedikit rasa lengket yang tertinggal meski bagi saya hal ini tidak menganggu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar