Kamis, 04 April 2013

Harmoni Di Balik Jeruji


            
hallyuwood-indo.blogspot.com
Satu lagi film asal Negeri Ginseng yang membuat saya terpana. Tidak hanya film-film epik seperti The Great Queen Seondeok atau Jewel In The Palace yang menunjukkan kisah kepahlawanan seorang tokoh perempuan pada masanya. Kini tema yang diambil jauh berbeda, tidak melulu romansa. Kali ini tentang kehidupan di balik jeruji penjara perempuan Cheong-Ju.
            Adegan pertama dibuka dengan tahanan nomor 527 yang tengah berjuang melahirkan putra pertamanya. Tahanan itu harus menjalani hukuman akibat pembunuhan yang ia lakukan pada suaminya demi membela diri ketika mengalami KDRT. Dalam keadaan hamil hingga si anak lahir, ia dihinggapi kecemasan bahwa suatu saat nanti anaknya akan diambil dan diadopsi orang lain.

           
hancinema.com
Tahanan kedua adalah mantan professor musik yang membunuh suami dan selingkuhan suaminya. Di hari tuanya, ia merasakan kerinduan yang teramat dalam pada anak-anak yang tidak mau mengakuinya sebagai ibu. Namun ia selalu menunjukkan ketegaran dan bersikap mengayomi tahanan yang lebih muda.
            Kemudian seorang tahanan baru datang. Berulang kali ia mencoba bunuh diri tapi gagal. Dengan kondisi depresi, ia mengisolasi diri dari lingkungan. Ia menganggap kehadiran semua orang adalah gangguan. Tanpa sengaja ketika tengah bernyanyi dalam kesedihannya, tahanan bernomor 527 mendengar suaranya yang tergolong soprano dan berusaha membuatnya ikut paduan suara kelompok tahanan penjara perempuan Cheong-Ju yang bernama Harmoni.
           
greatblogfromusualgirl.blogspot.com
Meski secara garis besar plot cerita terasa kelam dan pedih, tapi film ini mampu menunjukkan sisi manusiawi kehidupan para napi. Digambarkan para tahanan perempuan yang sangat menyayangi putra napi 527. Bagaimana teman-teman satu selnya menyelenggarakan ulang tahun pertama si bayi yang senang tersenyum dan memeluk orang. Kisah-kisah para napi terlihat manis dan natural. Sesuatu yang jarang kita temukan diekspos pada film-film dengan latar cerita serupa.
            Kelompok paduan suara Harmoni berhasil memanusiakan para napi. Dengan latihan menyanyi seminggu sekali, satu per satu napi perempuan itu membangun semangat dalam dirinya untuk menjadi orang baru yang diterima masyarakat dan keluarga. Walau awalnya latihan mereka mudah dipicu perkelahian yang menyusahkan petugas penjara untuk memisahkan, mereka akhirnya mau saling merangkul dan menjadi sebuah kesatuan.
            Pada akhirnya, tiap napi memiliki jalan hidupnya sendiri. Ada yang harus melepaskan buah hatinya agar sang putra memiliki masa depan yang lebih baik di luar sana. Ada yang berdamai dengan masa lalunya. Ada pula yang kembali diterima keluarganya dengan tangan terbuka meski itu dilakukan di akhir usianya sebelum menjalani hukuman mati. Ya, ada semacam harmoni dalam kisah masing-masing napi. Mulai dari suka cita hingga duka lara. Namun untuk sebuah niat mengubah nasib membutuhkan perjuangan yang tak kenal lelah maupun mudah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar