Kamis, 16 Mei 2013

Matahari di Samudera


Matahari tidak pernah terbenam di sini
Karena orang-orang terlalu senang terbangun
Orang-orang tidak senang bermimpi
Orang-orang suka berdikari

Matahari tidak pernah terbenam di sini
Orang-orang suka menghabiskan waktu di bawah matahari
Dimana langit dan laut terbenam dalam biru
Tiada orang merasakan haru


Matahari tidak pernah terbenam di sini
Di singasana sang ratu
Seperti senyumnya yang tak habis dimakan waktu
Jelitanya yang mengesankan tiap lelaki hingga membatu

Namun matahari telah lama terbenam
Di sisi yang lain dari sisi ini
Di balik gunung yang jarang dilewati para pejalan kaki
Di suatu sisi yang tersembunyi

Matahari lupa kapan saatnya muncul lagi
Cahayanya redup bersama dengan rotasi bumi
Setiap jengkal waktu yang dilewati
Semakin terasa mati

Matahari menghangat
Bagai jaram-jaram yang menyengat
Matahari menghangat
Berusaha mencairkan balok-balok yang gagal dikerat

Pada akhirnya matahari meleleh
Tetes-tetesnya mampir ke lembah
Mengikuti lekuk tanah
Ke samudera berwarna merah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar