2025 Recap
Mulai dari perkembangan kasus, kesehatan, side job, sampai bucket list aku tulis di sini. Aku akan baca ini lagi tahun depan dan melihat sudah sejauh mana aku melangkah nantinya.
Tadinya aku mau bahas love life juga. Karena ini sangat menarik. Lalu aku berubah pikiran, yang satu itu biar kusimpan di hatiku saja HAHAHAHAHA
Side Job
Sejak merasa jenuh dengan copywriting–dan memutuskan berhenti ngonten–aku lega. Aku pikir, perasaan jenuh itu wajar. Tentu aku tidak akan melepas full time job ini. Karena ini pekerjaan paling fleksibel dan nyaman. Namun, kalau berhenti ngonten, masih gapapa lah.
Aku juga sudah berbulan-bulan berhenti ngajar. Karena ngajar terlalu capek dan hanya bisa aku lakukan di malam hari. Aku kan harus tidur cepat untuk menjaga ritme tubuh dan tidak relapse.
Lalu bagaimana aku menyalurkan sisa energiku? Dengan mengambil side job sebagai KOL specialist.
Pekerjaan ini sudah aku jalani selama beberapa minggu. Side job ini membuat aku harus berinteraksi dengan content creator dari seluruh dunia. Bisa dibilang ini easy money.
Kekurangannya? Aku hanya dibayar jika suatu proyek selesai. Kalau ada content creator yang nakal dan tidak melaksanakan job sesuai perjanjian, aku tidak dibayar. Jadi gajianku bergantung dengan para content creator ini.
Apa ada yang terjadi? Iya. Ada satu content creator asal Italia yang ternyata terkenal melakukan hit and run. Dia punya banyak akun Instagram dan alamat email jadi aku tertipu. Kerugian yang ditimbulkan sekitar beberapa ratus dolar.
Namun aku pikir ini wajar. Maksudku, ketika pertama kali menjadi copywriter freelance, aku pun sempat tertipu. Ada dua klien besar yang tidak membayar upahku.
Jadi, pasti akan selalu ada potensi–pekerjaan apa pun itu–untuk mengalami kerugian.
Perkembangan Kasus
Banyak yang ingin tahu bagaimana perkembangan kasus pelecehan seksual yang dilakukan JERUK kepadaku. Aku akan jelaskan sedikit.
Aku terakhir kali melakukan pemeriksaan forensik pada tanggal 15 Oktober 2025. Aku ditemani oleh saksi utama kasus ini yaitu Nadita. Dia melihat sendiri bagaimana foto-fotoku diambil dan aku diikuti ketika di dalam rumah sakit.
Waktu itu tim forensik RSCM mengatakan laporan hasil pemeriksaanku akan keluar dua minggu kemudian. Berarti, ekspektasinya laporan keluar maksimal 29 Oktober 2025. Namun, sampai sekarang laporan forensiknya belum keluar.
LBH Apik Jakarta sebagai lembaga pro bono yang mewakili aku dalam kasus hukum ini juga belum bisa bergerak. Karena menunggu laporan dari RSCM.
Bagaimana perasaanku sekarang dengan perkembangan kasus yang pelan? Biasa saja. Aku punya waktu, selama aku masih bernyawa.
Kasus Lain
Tadi pagi, ketika aku baru berencana menulis postingan ini, aku mendapatkan kabar bahagia. Orang-orang yang sudah melakukan perbuatan jahat padaku belasan tahun lalu mendapatkan balasan yang setimpal.
Ini kasus kekerasan seksual pertama yang menimpaku. Saat itu aku berusia 16 tahun. Aku tinggal di Kediri, Jawa Timur.
Saat itu aku dititipkan orang tuaku tinggal di rumah L dan D (pasutri). Mereka punya anak, inisialnya A dan T. Aku mendapatkan kekerasan seksual dari A.
Bukan cuma kekerasan seksual saja yang aku dapatkan. Aku juga diancam akan diguna-guna dan dibuat buruk rupa. Singkatnya aku diperlakukan buruk.
Soal guna-guna ini terbukti karena aku menemukan plastik berisi tanah kuburan, kain kafan, dan bola-bola kristal di kamarku.
Lalu apa yang terjadi pada mereka? Istri A meninggal karena kanker. A jatuh miskin dan terusir dari rumahnya. T juga mendapatkan kekerasan seksual ketika bekerja. Terakhir, D kanker dan sudah di stadium akhir.
Aku tahu, tidak seharusnya aku senang di atas penderitaan orang lain. Namun, harus aku akui bahwa aku sangat lega.
Kesehatan
Menurutku 2025 ini luar biasa. Bayangkan berapa kali aku fisioterapi? Kalau pakai BPJS, sekitar 8x. Dengan uang pribadi, jumlahnya tak terhitung.
Entah sudah berapa juta rupiah yang aku keluarkan untuk fisioterapi. Pertama karena saraf kejepit di leher yang membuat aku sampai harus rawat inap. Sakitnya terasa hingga 4 bulan lamanya.
Kedua karena kecelakaan yang membuat tangan kiriku kadang masih sakit sampai sekarang. Tanganku tertekuk hampir dua bulan. Aku sempat fisioterapi beberapa kali juga.
Bahkan, ketika menulis blog post ini, aku juga sedang merencanakan fisioterapi selanjutnya. Karena pinggangku cedera setelah angkat beban.
Konyolnya, aku cedera ketika beban yang kuangkat ga berat-berat amat.
Ya, ini mungkin masalah form dan bracing yang belum sempurna. Aku masih belajar. Karena itu aku lebih suka pakai PT. Walau aku harus menabung lagi untuk book sesi PT berikutnya.
Aku juga bertemu dengan banyak psikiater dan psikolog. Apalagi kalau ke RSCM. Pada sesi wawancara final dengan tim forensik, dokternya banyak. Aku kaget. Aku merasa menjadi tontonan massal.
Dulu, aku pernah berdoa agar aku memiliki uang supaya bisa berobat. Aku berdoa seperti itu karena ketika itu kondisi keuanganku sangat sulit. Aku sedih karena merasa tidak pernah punya uang hanya untuk berobat.
Sepertinya Allah mengabulkan doaku sehingga aku benar-benar punya uang dan uangnya dipakai untuk berobat. Ini sedikit ironis.
Sekarang doaku adalah supaya aku sehat dan kuat. Aku bosan sakit terus.
Apa ada pencapaian lain dari segi kesehatan? Ya ada. Selain sedang menuju remisi–mengingat kondisiku stabil sekali akhir-akhir ini. Aku juga sudah lama tidak pingsan di tempat umum.
Bucket List
Kemarin aku booking beberapa sesi berkuda di Depok. Mungkin baru tahun ini beberapa bucket list-ku terwujud satu per satu. Aku SANGAT SENANG.
Sebenarnya aku sudah lama ingin berkuda, tapi tidak tahu harus di mana dan dengan siapa.
Selain berkuda, beberapa hal impianku yang terwujud adalah
Bisa berenang
Book sesi PT
Trekking
Boxing
Panahan
Rambut bondol
Rambut orange
Semua ini adalah hal-hal yang sudah lama aku impikan tapi belum kesampaian. Ini bikin aku jadi optimis bahwa mimpi-mimpi lainnya bisa tercapai juga.
Oh ya sekarang aku juga sering latihan muay thai. Sedikit mirip dengan boxing, hanya saja muay thai banyak melatih kaki. Aku suka karena tempatnya dekat dan harganya murah.
Sebenarnya aku kepengen latihan di atas ring. Maksudnya, ada kawan sparing. Bukan, bukan karena aku jago atau kuat. Namun karena aku rindu. Aku ingin merasakan sensasi bertarung. Sama seperti ketika aku dulu aktif karate.
Untuk saat ini boxing dan muay thai hanya aku anggap sebagai sesi kardio. Bukan benar-benar latihan bela diri. Karena beda dengan karate dulu. Tidak ada sesi sparing atau kenaikan sabuknya.
Soal rambut, aku juga happy. Karena sudah lama aku mau potongan rambut yang ekstrem. Warnanya juga ekstrem kan, orange. Sayangnya…. ini kurang orange. Masih kurang mencolok HAHA.
Terakhir aku cat rambut itu tahun 2023 warna hot pink.
Cerita apalagi ya? Apa hal-hal yang berkesan di 2025 yang harus aku ingat-ingat di masa depan? Hm…
Sepertinya ini cukup, kalau lupa nanti aku buatkan blog post terpisah. Ah, untuk pertama kalinya aku merasa sangat optimis dan percaya diri menyambut tahun baru.
Komentar
Posting Komentar