Jumat, 10 Januari 2014

Januari yang Hepi :D

Gue sukaaaa font ini :”)

Setelah install ulang, gue banyak kehilangan font andalan. Udah mana banyak yang gue lupa namanya. Akhirnya gue berburu font-font cakep. Dan ini jadi salah satu favorit. Kenapa? Entahlah. Tapi gue memang ga suka font dengan sirip. Kesannya kaku. 

Info. Udah beberapa hari ini gue ga bisa upload foto di blogspot. AAAAAAA!


Okeee, bukan itu sih yang gue ceritakan. Gue akan berbagi kebahagiaan. Dua hari lalu tepatnya Rabu, 8 Januari 2014 bertepatan dengan ulang tahun Lerick. Waktu itu gue unmood parah. Sejujurnya gue panik kalo ga bisa memperbaiki mood, sebaiknya gue skip aja acara malem itu. Tapi gue berpikir tim di Orion bakal kecewa karena gue ga kompak. Btw readers tau ga Orion itu apa? Itu nama production house gue di semester lima. Orion Production. One of the most team I love ever. Jatuh bangun gue di sini bersama Orion merupakan salah satu pengalaman tak terlupakan seumur hidup selain bersama Bentang Merah. FYI, Bentang Merah adalah rumah produksi gue di semester dua.

Gue memutuskan untuk benar-benar datang ke Communication Movie Award 2014 di Gedung Wanita, Bogor. Ini adalah acara spesial khusus angkatan gue tepatnya jurusan Komunikasi di Diploma IPB. Jadi ini festival film pendek dengan sepuluh nominasi. Ada dua puluh delapan film yang ikut berlaga. Malam itu gue datang bersama Orion Production plus seorang pemeran utama pria gue yang bukan dari dalam kelompok, Alvikha Adrian. Alvikha ini angkatan dua tahun lebih tua dari gue. Dia didapuk sebagai pemeran utama pria. Soalnya kami kekurangan pemeran cowok, hehe.

Gue datang pakai dress merah dengan outer motif bunga-bunga warna hijau biru berpotongan di bawah dada (empire). Gue baru tahu temanya simple glamour ketika gue sudah menemukan bajunya. Ya bodo amat kalo baju gue ga glamour hahaha. Bisa datang pun udah bagus. Soalnya tahun lalu, semester tiga, ada acara jurusan semacam ini dan gue ga hadir. Seseorang bilang pada gue karena ketidakhadiran gue saat itu, dia mencatatnya sebagai dosa.

Naaah setelah acara ngaret setengah jam karena para tamu kesenengan foto-foto di wall of fame, acara pun dimulai. Ada nominasi pemeran pendukung terbaik, penata kamera terbaik, penata suara terbaik, penata artistik terbaik, penulis skenario terbaik, editor terbaik, sutradara terbaik, aktris terbaik, aktor terbaik, dan film terbaik. Daaaaan hasilnya luar biasa. Orion production berhasil masuk lima nominasi dan membawa pulang dua piala. Di kategori penata kamera terbaik ada gue-walau ga menang. Gue pun ga nyangka karena teman-teman di Orion sempat berpikir “pengambilan gambar kita biasa ya”.

Ternyata nilai plusnya adalah kami punya banyak stok gambar dari berbagai sudut. Padahal kadang kami cuma pakai satu kamera :”. Selain itu gue pribadi ketika pegang kamera berani ambil shoot yang ga lazim dan memang ga banyak film lain yang pakai. Misal frog level, low level, high level, dan framing. Gue juga memanfaatkan kaca dan cermin. Kita ga perlu jadi amazing atau expert sih kalo belum sanggup. Asal kreatif atau berani melakukan yang tidak biasa, jelas ada poin lebihnya. Oh ya, nominasi ini dimenangkan Fiday. Ga heran sih, gambar yang dia hasilkan memang lebih yahud dari gue. Jempol empat buat dia.

Faris Elky masuk nominasi editor terbaik. Dia dari Orion lho. Biar ga penasaran bisa nonton di sini. Maaf ya gambarnya ga sejernih video asli karena biar masuk Youtube gampang, terpaksa gue kecilin ukurannya.

Naah poin plus dari editan film Orion itu sih ada beberapa. Pertama, kami pakai colour grading. Awalnya gue ga kepikiran sih. Tapi Faris dan Radi emang udah cari referensi film yang punya genre sejenis dengan film yang kami produksi. Jadilah warna film dibuat suram. Sempat ada penonton yang bilang, “Kok gambarnya gelap ya?” Untung deh akhirnya yang nonton ngeh kalo itu sengaja, hehe. Terus kami banyak pakai efek buat bikin adegan terakhir itu lebih dramatis. Gue ga tau efeknya apa karena ga nanya ke tim editor (Faris, Radi, Yani) hehe. Oiya, kami sengaja juga biar transisi dari satu scene ke scene lain agak panjang. Lagi-lagi, efek dramatis, selain itu cerita film kami agak panjang dan rumit untuk ukuran film pendek. Biar penonton bisa konsen dengan loncatan dari satu scene ke scene lain, alasan berikutnya adalah karena skenarionya agak jumping. Yaa kalo filmnya dinikmati dan didalami ceritanya sederhana buat dicerna.

Aktris terbaik dimenangkan oleh aktris sekaligus sutradara dari Orion yaitu Meilina Clara. Alhamdulillah, ikut seneng sama kebahagiaan dia. Buat gue dan teman-teman Orion sih siapa aja yang menang asal dia bagian dari Orion, itu kebahagiaan bersama. Gue rasa poin lebih dia dibanding aktris lain adalah dia yang mampu menampilkan wajah yang bikin orang benci, marah, jijik, sekaligus kaget. Apalagi adegan saat dia menjilat darah korban yang meleleh di pisau. Bocoran ya, itu pisau baja. Pisau betulan. Haha.

Clara juga masuk nominasi sutradara terbaik walau pemenangnya adalah Beler dari rumah produksi sebelah. Sebetulnya gue ga bisa komen banyak karena ga yakin penilaian nominasi sutradara terbaik itu dari mana. Clara yang mimpin proses produksi di lapangan dan menurut gue dia udah lebih dari cukup.

Terakhir, nominasi film terbaik. Gue lupa siapa aja yang masuk nominasi. Pokoknya selain Merah (film kami) juga ada 3 film bergenre komedi. Satu film lagi entah tentang apa. Satu hal yang paliiing gue suka dari Merah adalah dinamikanya. Kalo soal twist, cukup nendang sih tapi Merah bukan satu-satunya yang pakai trik twist di ending. Dinamika film ini mengajak penonton udah deg-degan sekaligus penasaran di bagian awal film. Kami mungkin pake rumus seperti kebanyakan film lain yang ikut dalam festival ini yaitu klimaks di ending. Tapi kami bikin penonton berubah-ubah emosinya lewat sound effect. Kami mengubah iklim tiap ada tokoh tertentu muncul. Alhamdulillah mayoritas yang nonton kepancing buat memperhatikan film sampai ending sekaligus nebak-nebak. Untuk produksi amatir, ini keren!


Oh ya, keberhasilan dan kesuksesan Merah di Communicaton Movie Award ini ga terlepas dari kekompakan dan kerja keras kru juga. Ada tiga nama lagi yang belum disebut yaitu Fitri, Marizka, dan Alam. Masih banyak banget yang harus dapat ucapan terima kasih, bisa lihat di credit title hehehe. Terus, apa? Gue belum punya rencana fix buat proyek kreatif berikutnya. Tapi gue menantikan kesempatan untuk terlibat. Semoga, ya :)))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar