Rabu, 21 Agustus 2013

Si Putih Kesayangan

Yakob ketika diasingkan 

Pernah baca buku Life of Pi? Ini kisah yang saya banget lho, hehe. Bukan karena saya pernah terlunta-lunta di atas laut bersama seekor harimau. Bukan. Itu ngeri. Tapi karena Pi yang hidupnya dikeliling hewan-hewan peliharaan keluarganya. Tidak seperti Pi, saya tidak punya kebun binatang sendiri. Namun karena keluarga saya penyayang hewan, kami selalu punya hewan peliharaan.

Di rumah kami pernah memelihara berbagai macam hewan seperti ayam, angsa, anjing, kucing, kelinci, musang, ikan mas, ikan mujair, ikan mas koki, ikan badut, dan burung merak. Saat ini kami memeliharan lima ekor kura-kura, seekor nuri, seekor kakatua raja, dan seekor arwana. Arwana ini merupakan arwana ketiga yang kami miliki karena dua ekor sebelumnya mati akibat stres. Sebab kami sering pindah rumah sehingga arwana itu tidak tahan bila harus beradaptasi dengan tempat baru.


Bahkan di tempat kerja papa saya di luar pulau sana, ia dan teman-temannya memelihara enam ekor nuri, empat ekor kakatua putih, dan entah berapa ekor angsa. Bisa dibayangkan tempat kerjanya tak pernah sepi dari suara hewan. Apalagi tetangga sebelah papa saya memelihara lima ekor anjing yang sering menyahuti suara burung kakatua putih papa.

Liburan kemarin saya, mama, dan adik berkunjung ke tempat kerja papa. Pertama kali datang, kami langsung pergi ke halaman belakang. Kami penasaran dengan kakatua putih yang diceritakan papa. Katanya sih, jinak. Kalau makan disuapi pakai sendok. Kalau mandi, dimandikan langsung oleh papa pakai shampo. Dan manjanya minta ampu! Bila melihat papa, si kakatua putih yang bernama Yakob ini suka meringkik tak putus-putus. Oleh papa, Yakob sempat diasingkan ke belakang saung agar tidak sering melihat manusia. Maksud papa, supaya manjanya berkurang.

Eh ternyata si Yakob ini senang dengan adik saya. Berkat adik, dia jadi makin cerewet. Dia suka mengeluarkan suara dengan cengkok lucu seperti, “Yakoooooob! Kakatua!” Dia bahkan mengerti kalau dipanggil oleh adik saya. Misal, disuruh mendekat. Adik saya bilang, “Sini, sini.” Yakob langsung mendekat sambil menundukkan kepala minta dielus. Aduh lucunya. Meski saya ini kurang berani dengan binatang, tapi saya senang juga melihat si Yakob.

Oleh papa, Yakob dipindahkan lagi untuk bergabung bersama kakatua lainnya karena sudah jarang meringkik. Ternyata muncul hal baru. Yakob berantem dengan Obet! Obet adalah kakatua putih yang bertengger paling dekat dengan Yakob. Konyolnya, si Obet ini mengikuti tiap gerak-gerik Yakob. Termasuk suaranya. Yakob pun marah dan mulai mengepak-ngepakkan sayap sambil berteriak. Tahu seperti apa suara kakatua yang marah? Suaranya keras. Apalagi kakatua raja warna hitam di rumah saya di Bogor. Suaranya sering disalahartikan orang sebagai suara senjata berat. Saking seramnya, para tetangga bahkan satpam dari blok lain di kompleks bisa datang semua ke halaman rumah saya.

Namun ketika sedang lucu-lucunya, Yakob dan Obet ini akur tenan. Apalagi kalau salah satu teman papa datang dan membawakan bubur buat makan mereka. Kakatua putih memang diberi makan nasi yang mirip bubur karena dicampur susu kental manis. Waktu disuapi, makannya lahap dan cepat. Tidak disuapi, makanannya dibiarkan kering. Duh duh.

Adik saya sampai kangen karena liburan telah usai. Kini adik saya sering memutar video ketika Yakob dan Obet bertengkar. Dia bilang dia ingin Yakob cepat-cepat dibawa ke Bogor. Semoga saja J
***

8 komentar:

  1. wah lucunya si yakob dan si obet..
    smg menang kontesnya ya..

    salam kenal :)

    BalasHapus
  2. hahaha..lucu banget sih kasih namanya mbk :D
    sukses GAnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mbak :D

      yg kasih nama bukan saya sih hehe

      Hapus
  3. hihihi.. Gantengnya Yakob..
    Yakob ga boleh sering-sering berantem sama Obet ya..
    Makasih udh meramaikan Ga ku.. :)

    BalasHapus
  4. wahaha namanya yakob tapi kok putih, harusnya item biar jadi yakob black, obet ini panjangnya obet pattinson mungkin ya.. trus bella swan nya mana...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha kakaktua putih biasanya memang dipanggil yakob

      Hapus