Sabtu, 03 Agustus 2013

Yuk Kita Ngaji

Hola! Kembali lagi bersama saya di postingan baru, hehehe. Kebetulan ini request dari teman saya. Nah, idenya baru muncul sekarang. Oh ya, bagi yang muslim, bagaimana puasanya? Pasti sekarang kepalanya lagi kebayang-bayang sama ketupat sama opor ayam J Eh itu saya kali ya. Mungkin para pembaca lagi siap-siap mau mudik. Tapi ini kan masih Ramadhan. Masih getol ibadahnya dong?

Saya mau berbagi cerita soal ngaji nih. Mengaji memang bukan ibadah wajib. Tapi mengaji itu salah satu cara menjaga kedekatan kita dengan Sang Khalik. Kata guru agama saya dulu waktu SMP, membaca Quran itu sama dengan membaca surat cinta dari Tuhan. Masak surat/sms/email dari pasangan dibaca terus-terusan sementara surat dari Sang Pencipta dibacanya jarang-jarang? Begitulah perumpaan guru saya.


bazaarseni.blogspot.com
Apalagi pahala kita mengaji di bulan Ramadhan ini dilipatgandakan. Pasti kita jadi terdorong juga buat banyak-banyak ngaji. Pengalaman pribadi saya sih, saya ini diabsen sama orangtua. Tiap hari ditanya sudah berapa juz. Kadang didengerin juga waktu saya ngaji biar orangtua bisa tau anaknya ini asal baca atau ikut memperhatikan tajwidnya, hahaha. Bagaimana dengan Anda?

Dulu waktu di kampus ada kegiatan mengaji tiap sore hingga menjelang maghrib, saya sering melihat teman yang malu-malu. Iya, malu karena belum lancar mengaji. Bisa jadi karena jarang mengaji lantas lidahnya tidak terbiasa mengeja Quran. Sehingga bacaannya tersendar-sendat. Padahal kita kenal peribahasa ala bisa karena biasa J

Sebetulnya, jalan keluarnya adalah tetap membaca. Malu? Biarkan saja! Karena lama-lama kalau kita sudah biasa, akan lancar bacaannya. Sama seperti waktu kita belajar membaca huruf latin dulu. Nah, kalau sudah lancar, tinggal kita pelajari tajwidnya.

bejubel.com
Kalau susah mempelajari tajwid? Beli dong buku tajwid. Dulu saya punya, dikasi gratis dari guru ngaji. Dia bilang dia kesulitan mencari buku tajwid untuk mengajari anak-anak di TPA. Jadi dia bikin sendiri deh, buku tajwidnya. Sampai sekarang, buku fotokopian itu masih saya simpan. Bila Anda juga mengalami kesulitan mencari buku tajwid, beli Quran yang ada tajwidnya. Isi Quran ini berwarna-warni. Misal, kalau bacaan dengan qalqalah warnanya hijau muda, bacaan dengan ikhfa warnanya ungu. Bahkan anak-anak pun akan senang dengan Quran ini. Selain membantu pemahaman akan tajwid, juga menghibur. Anak-anak biasanya tertarik dengan warna-warna pelangi.

Ada lagi halangan dalam mengaji. Kalau bukan bulan puasa, kita bisa minum saat haus. Tapi kalau puasa? Kita  ngaji misal lima lembar, kadang tenggorokan rasanya kering. Ngantuk lagi. Padahal kita pengen kejar target khatam Quran. Jangan khawatir! Caranya, kita membaca dicicil. Misal, tiap kali shalat wajib, kita membaca satu dua lembar. Waktu shalat sunnah juga. Kalau udah buka puasa, bisa dikebut tuh bacaannya. Bila perlu, pake kopi aja J Ngantuknya hilang, tenggorokannya tak lagi kerontang.

sentramuslim.com
Biar lebih mantap ngajinya, ada baiknya kita membaca Quran plus terjemahan. Kenapa? Agar kita tak hanya membaca tanpa tau isinya tentang apa. Kita juga bisa mempelajari maknanya. Apalagi ada Quran khusus perempuan (saya punya lho) yang banyak pula penjelasan hadits-hadits, semacam dos and don’ts untuk kaum perempuan. Bahkan ada kisah-kisah muslimah teladan. Quran ini menjadi semacam ensiklopedia deh buat kita-kita.


Terakhir, biar makin semangat, kita bisa anggap khatam Quran ini semacam perlombaan. Misal, kita bisa janjian dengan teman-teman pengajian atau dengan keluarga di rumah. Sebagai penyemangat saja. Seperti saya yang berlomba dengan adik. Tentu karena sebagai kakak pun saya harus memberi contoh mengisi liburan dengan kegiatan positif salah satunya mengaji. Buat para orangtua, kalau mendorong anaknya mengaji, tentu harus bisa mencontohkan juga. Kalau sistem di rumah saya sih ada jam khusus yaitu semua orang menggunakan waktu itu untuk ibadah sehingga tidak ada gangguan suara televisi atau orang mengobrol, hehehehe.

2 komentar:

  1. saya selalu usahakan ketika mengaji membaca juga terjemahannya biar paham :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe iya mbak membaca dan memahami sekaligus itu memang perlu ya

      Hapus