Sabtu, 08 Maret 2014

Tangkas Mengemudi Demi Keselamatan Diri

            Pagi yang berawan, tidak mendung, tidak juga cerah. Sabtu, 8 Maret 2014, sekitar pukul 8.00 WIT di tempat parkir Kolam Renang Kuala Kencana, terlihat beberapa panitia Perayaan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional berkumpul. Sebentar lagi, area kolam renang itu tidak hanya akan dipenuhi oleh masyarakat komunitas Kuala Kencana yang ingin menikmati akhir pekan mereka. Namun juga oleh para ibu yang bersemangat untuk ikut berpartisipasi dalam Perayaan Bulan K3 Nasional.
            Setiap tahunnya sejak belasan tahun silam PT Freeport Indonesia (PTFI) rutin menyelenggarakan beragam kegiatan untuk memperingati Bulan K3 Nasional. Kegiatan itu tidak hanya diadakan untuk para karyawan PTFI maupun kontraktor dan privatisasi tapi juga keluarga karyawan maupun pihak-pihak yang berinteraksi langsung dengan PTFI. Seperti Lomba Ketangkasan Mengemudi kali ini. Lomba tersebut terdiri dari dua kategori, pertama yaitu peserta yang seluruhnya perempuan baik karyawati PTFI maupun anggota keluarga seperti ibu rumah tangga. Kategori kedua adalah para pengemudi taksi yang beroperasi di Kuala Kencana.

            Lomba Ketangkasan Mengemudi bukan satu-satunya kegiatan untuk memperingati Bulan K3 Nasional. Tahun ini panitia menyelenggarakan serangkaian acara di antaranya seminar, bazaar dan expo, lomba mendesain poster, lomba menulis karya ilmiah, dan lomba membuat slogan. Pada tahun sebelumnya panitia juga menyelipkan kegiatan lain semisal jalan sehat, penanaman pohon, dan lomba kebersihan lingkungan. Rangkaian acara peringatan Bulan K3 Nasional tahun ini telah dimulai pada 26 Februari 2014 dan rencananya berakhir di minggu pertama Bulan April.
           

Pak Mustangid
Pak Mustangid selaku Dewan Pembina Panitia Bulan K3 Nasional mengatakan, dana kegiatan ini berasal dari perusahaan maupun donatur yaitu para kontraktor. Kegiatan ini rutin diselenggarakan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Tenaga Kerja mengenai Bulan K3 Nasional yang diperkuat Instruksi Kementrian Energi dan Sumber Daya Alam. Perayaan Bulan K3 Nasional yang jatuh tanggal 12 Januari hingga 12 Februari tiap tahunnya juga bentuk dari kepeduliaan perusahaan terhadap karyawannya agar bekerja dengan selamat dan sehat. Perusahaan tidak harus memperingati sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah tapi disesuaikan dengan kondisi. Sebab pada Januari dan Februari banyak karyawan yang mengajukan cuti.

            Tema yang dibuat berbeda setiap tahunnya. Kali ini, panitia menyiapkan tema teknik parkir maju, parkir mundur, dan parkir paralel. Para peserta juga wajib mengikuti seminar, tes tertulis, dan praktik lapangan dalam membaca rambu-rambu lalu lintas serta menjelaskan artinya. Pengetahuan maupun ketrampilan mengemudi para peserta benar-benar diuji. Namun semua itu akan berbuah manis dengan hadiah berupa laptop yang disiapkan oleh panitia. Hadiah diberikan sebagai penghargaan atas usaha para peserta sekaligus memberi motivasi.
           
Tes tertulis sebelum lomba
Sebagian orang berpikir, bila telah lulus tes mengemudi dan memiliki SIM tentu seseorang dianggap bisa berkendara. Tunggu dulu, asal berkendara atau berkendara yang baik? Baik dalam arti mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan dapat mengehindari risiko kecelakaan. Jangan dianggap sepele, lho. Buktinya, masih saja ada kecelakaan lalu lintas terjadi. Tidak hanya di kota-kota besar tapi juga Kuala Kencana yang ruas jalannya lebar dan lengang. Padahal rambu-rambu lalu lintas bertebaran di sepanjang ruas jalan Kuala Kencana. Kecepatan kendaraan diatur tidak lebih dari 60 kilometer per jam. Lampu-lampu jalan tidak kalah banyaknya. Mayoritas pengemudi memiliki SIM yang dikeluarkan pemerintah dan SIM yang dikeluarkan perusahaan. Namun kecelakaan tetap ada dengan faktor kesalahan manusia yang tinggi. Entah overspeeding (kecepatan melebihi batas), pengaruh alkohol, keadaan emosi yang tidak stabil, hilang fokus sesaat, hingga meremehkan peraturan karena terlalu percaya diri pada kemampuan mengemudi.
            Itulah mengapa PTFI menganggap pentingnya mengadakan Lomba Ketangkasan Mengemudi. Tujunnya sebagai panduan pengetahuan dan ketrampilan mengemudi bagi seluruh pengendara yang ada di Kuala Kencana. Hasilnya adalah menjadi pengemudi yang defensif, proaktif, dan selamat selama berkendara. Selain itu pengemudi diharapkan peduli pada 4A; Alertness (kewaspadaan), Awareness (kesadaran), Attitude (sikap), dan Anticipation (antisipasi). Diharapkan melalui Lomba Ketangkasan Mengemudi, angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan.
           
Parkir paralel
Penilaian berdasarkan ketangkasan mengemudi sekaligus kecepatan. Waktu tempuh untuk mendapat nilai tertinggi yaitu 99 adalah 3 menit 1 detik. Tiap bertambah 1 detik maka nilai turun 1 angka. Sebelum memulai lomba, juri akan memeriksa kesiapan peserta. Semisal lampu indikator kendaraan atau keadaan rem pada mobil.
           
Ibu Novi
Peserta tahun ini mencapai empat belas orang yaitu tiga belas orang perempuan dan satu orang laki-laki untuk kategori pengemudi taksi. Para perempuan yang mayoritas ibu rumah tangga nampak semangat. Beberapa ditemani suami bahkan membawa anak. Salah satunya Ibu Novi yang ditemui dalam kendaraan ketika akan memulai gilirannya menunjukkan ketangkasan mengemudi. Di pinggir arena lomba nampak kedua putra Ibu Novi yang menyemangati bundanya. Ibu Novi mengaku motivasinya ikut lomba karena ingin menang.
           
Ibu Retno (kiri) dan Ibu Ida
Lain halnya dengan Ibu Retno yang juga ibu rumah tangga. Menurutnya, ia ikut untuk meramaikan acara. Sementara Ibu Ida dari Human Resources Development yang terlihat ceria pagi itu mengatakan ia ingin mencoba bagaimana rasanya parkir paralel. Ia terbiasa dengan parkir yang lazimnya maju dan mundur sehingga merasa penasaran dengan parkir paralel. Sambil tertawa ia berkata, “Lagunya enak.” Sepertinya musik yang diputar panitia selama lomba juga bisa menjadi alasan partisipasi para peserta.

            Masih ada kesempatan untuk mengikuti rangkaian kegiatan Bulan K3 Nasional. Kepeduliaan tidak hanya milik pemerintah dan perusahaan tapi juga kita sebagai individu. Yuk, bekerja selamat dan sehat!

***
Catatan
Kuala Kencana: termasuk wilayah Kontrak Karya PT Freeport Indonesia dan berada di dataran rendah Kabupaten Mimika, Papua

Tulisan ini dibuat untuk media internal PT Freeport Indonesia dan akan melalui penyuntingan sebelum diterbitkan. Seluruh foto merupakan dokumentasi pribadi penulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar