Tasteless

 Postingan blog ini full tentang kisah cintaku. Jadi akan sedikit boring ya.

Aku menulis ini, terutama karena tadi ketemu psikolog dan dia minta aku mencatat pertemuan kami. Aku menuliskannya sambil menahan kantuk. Sudah dua mingguan berjalan dan aku tidur sangat lama.

Apakah aku depresi? Sepertinya iya. Triggernya apa? Karena aku belum move on.

Aku baru ulang tahun dan aku menangis karena kepikiran mantan. Aku yakin 100% sudah tidak cinta lagi. Namun aku masih bisa menangis kalau mengingatnya.

Mantan yang mana? Yang tidak jadi menikah itu loh.

Sebetulnya cukup menyakitkan ketika tahu dia berkenalan dengan perempuan lain dan menikah. Kenapa dengan aku tidak nikah-nikah? Kenapa dengan perempuan lain hanya berkenalan sebentar lalu menikah?

Aku merasa disia-siakan.

Sebentar, sebelum ada yang salah paham. Tidak, aku tidak mau balikan. Tidak, aku tidak mau menikah dengan dia. Dan tidak, aku juga tidak berharap dia mau sama aku.

Aku hanya menjelaskan emosi yang aku rasakan. 

Sepertinya aku belum benar-benar ikhlas dengan hubungan kami. Istilah kerennya aku punya kemelekatan.

Sahabat-sahabatku bilang wajar saja karena aku diperlakukan sangat baik dalam hubungan tersebut. Terlepas bahwa aku tidak dinikahi. Aku juga menjalani hubungan paling lama dengan dia. Tujuh tahun pacaran, dua tahun hubungan tanpa status (setelah putus). Total hampir sembilan tahun.

Tentu, setelah putus dengan dia aku sempat pacaran dengan orang lain lagi di tahun 2024 dan 2025. Semua hubungannya berakhir.

Aku juga sempat mengalami same sex attraction. Sederhananya, aku biseksual. Aku juga tertarik dengan perempuan. Aku sempat tergila-gila dengan seorang perempuan dalam kurun waktu 2024 hingga awal 2026. Namun "hubungannya" juga berakhir.

Aku pakai tanda kutip karena kami tidak pacaran. Aku hanya.... bergaul dengan akrab saja. Namun aku harus merahasiakan identitas perempuan ini demi kebaikan kami. 

Aku sempat menulis surat cinta setiap hari saking terobsesinya. Aku juga memberinya banyak hadiah. 

Dan sekarang yang aku pikirkan hanya mantanku. Padahal aku sudah jatuh cinta berulang kali dengan orang lain. 

Aku tidak suka ini.

Aku juga belum berani menjalin hubungan baru dengan siapa pun. Aku terlalu takut patah hati lagi. Selain itu, aku juga tidak merasakan getaran cinta dengan siapa pun. Jadi, bagaimana mau menjalin hubungan kalau jatuh cinta saja tidak?

Kata psikologku ini akarnya dari inner child. Aku haus kasih sayang sehingga memertahankan hubungan hingga tujuh tahun. Aku terlalu melekat dengan si mantan.

Nanti, katanya, aku pasti bisa jatuh cinta lagi dengan orang lain. Hanya saja aku harus rajin menganalisis akar masalahku ini. Yang sedang kulakukan dengan menulis blog post ini.

Namun kalau boleh berdoa dan meminta pada Tuhan, aku harap aku bisa jatuh cinta lagi dengan laki-laki yang juga mencintai aku sepenuh hati. Memperlakukanku dengan sangat baik. Jauh lebih baik daripada mantanku. 

Juga keluarganya menerimaku apa adanya. Ini penting.

Saat ini ada satu orang yang getol mengejarku. Sudah kutolak berulang kali tapi masih mencoba mendekati. Sayangnya aku tidak bisa, karena aku tidak cinta.... Ditambah lagi aku tahu, orang tuaku tidak akan merestui kami.

Aku berharap semoga dia jatuh cinta dengan orang lain saja.

Aku ngantuk, aku harus tidur. Aku sudah coba periksa ke dokter penyakit dalam tapi malah dikira TBC. Masih nunggu hasil lab sih. Kalau positif akan aku post juga di blog ini.

Komentar